SUARAINDONEWS.COM, London – Sebuah praktik yang tidak biasa dilakukan oleh pemerintah Inggris menjadi sorotan publik. Sejumlah pegawai negeri dilaporkan dibayar untuk bermain gim Grand Theft Auto (GTA) Online bersama masyarakat sebagai bagian dari penelitian untuk memahami pengalaman hidup warga dan mendukung penyusunan kebijakan publik.
Program tersebut dijalankan oleh Policy Lab, unit inovasi di bawah Department for Education (DfE), yang sejak akhir 2024 memanfaatkan dunia virtual sebagai media pelaksanaan diskusi kelompok (focus group). Melalui pendekatan ini, pemerintah berharap dapat menciptakan suasana yang lebih santai sehingga peserta merasa nyaman berbagi pengalaman, pandangan, dan aspirasi mereka.
Dalam pelaksanaannya, para pegawai negeri bergabung dengan pemain GTA Online, menjalankan berbagai misi di dalam permainan, kemudian melakukan percakapan dan wawancara selama aktivitas berlangsung. Menurut tim peneliti, interaksi di dunia virtual dinilai mampu membangun komunikasi yang lebih terbuka dibandingkan metode wawancara konvensional.
Beberapa peserta mengaku lebih mudah berbincang saat berkendara bersama di dalam gim. Ada pula yang menceritakan kesenangannya mengelola bisnis virtual, mengunjungi klub malam digital, hingga menikmati kapal pesiar di dunia GTA. Temuan-temuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memahami bagaimana masyarakat berinteraksi di ruang digital yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Namun, penggunaan GTA Online sebagai media penelitian menuai kritik dari berbagai kalangan. Sejumlah politisi dan pengamat mempertanyakan penggunaan dana publik untuk membiayai aktivitas bermain video game, terutama karena hasil penelitian dinilai belum menunjukkan manfaat yang signifikan bagi penyusunan kebijakan pemerintah.
Pihak pemerintah menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari eksperimen metode riset sosial yang dilakukan Policy Lab untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini sulit berpartisipasi dalam forum diskusi formal. Dunia virtual dinilai mampu menjadi ruang alternatif bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara lebih alami dan tanpa tekanan.
Kontroversi ini memunculkan perdebatan lebih luas mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam proses pengambilan kebijakan publik. Di satu sisi, pendekatan inovatif dianggap perlu untuk mengikuti perubahan pola interaksi masyarakat di era digital. Di sisi lain, penggunaan anggaran negara untuk metode yang tidak lazim tersebut dinilai harus tetap mempertimbangkan efektivitas, akuntabilitas, dan manfaat nyata bagi publik.
Kasus ini sekaligus menjadi gambaran bahwa perkembangan teknologi, termasuk dunia gim daring, mulai dilirik sebagai sarana penelitian sosial. Namun efektivitas pendekatan tersebut masih menjadi perdebatan dan diperkirakan akan terus menjadi bahan evaluasi pemerintah Inggris ke depan.
(Anton)

























