SUARAINDONEWS.COM, Semarang – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menyoroti kondisi ini saat mengunjungi pabrik Kapal Api di Semarang.
Menurut Evita, hilirisasi jangan cuma soal mengolah kopi menjadi produk kemasan.
Masalahnya, industri masih menghadapi ketergantungan bahan baku impor, termasuk gula rafinasi dan sejumlah bahan kemasan.
“Jangan sampai kita bicara hilirisasi, tetapi bahan bakunya masih impor. Ini yang harus kita benahi,” tegas Evita.
Padahal, Indonesia sendiri merupakan salah satu negara penghasil kopi besar. Ironisnya, kopi kita masih banyak diekspor dalam bentuk green bean atau biji mentah.
Evita ingin ke depan kopi Indonesia tidak cuma diekspor sebagai bahan mentah, tetapi sudah diolah di dalam negeri sehingga nilai tambahnya juga dinikmati Indonesia.
Apalagi, Kapal Api sudah menguasai sekitar 60 persen pasar kopi domestik dan melakukan ekspansi hingga ke pasar global.
Jadi pertanyaannya: kalau kopinya dari Indonesia, kenapa bahan bakunya masih harus impor?
( Riana P)

























