SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Kalau kamu kira pbb cuma soal rapat formal dan jas rapi, pikir lagi. organisasi dunia ini sekarang lagi gigit jari karena kehabisan duit. anggaran reguler pbb untuk 2026 cuma sekitar 3,45 miliar dolar, tapi tunggakan iuran negara anggota sudah 1,57 miliar dolar — alias hampir setengah dari anggaran — yang bahkan disebut sebagai rekor sejarah. tanpa uang masuk, pbb bisa kehabisan dana operasional sekitar pertengahan 2026.
sekjen pbb, antonio guterres, menegaskan: “entah semua negara anggota menghormati kewajiban mereka untuk membayar secara penuh dan tepat waktu, atau negara anggota harus secara mendasar merombak aturan keuangan kami untuk mencegah keruntuhan keuangan yang akan segera terjadi.” jika kata-kata ini nggak bikin kaget, bayangin pbb sampai ngebayangin masa depan tanpa duit sama sekali.
dan efeknya nggak main-main. anggaran untuk misi peacekeeping saja mencapai 5,38 miliar dolar, lebih besar dari anggaran reguler, tapi ikut terancam karena kekurangan kas. beberapa pasukan bahkan bisa nganggur atau dipangkas sementara, alias tentara perdamaian duduk manis sambil nunggu gaji.
program bantuan kemanusiaan juga kena imbas. pada Oktober 2025, dana untuk program bantuan global baru terpenuhi 21 persen dari kebutuhan. bayangin bencana terjadi, tapi uangnya belum sampai ke yang butuh.
beberapa negara anggota, seperti indonesia, sudah memastikan iuran dibayar penuh, sambil berharap negara lain ikut sadar. tanpa kontribusi semua anggota, pbb bakal seperti kantong kering di tengah pesta dunia, harus ngatur-ngatur pengeluaran dengan efisiensi maksimal: kurangi staf, hemat kertas, dan pangkas kegiatan yang nggak prioritas.
intinya, pbb sekarang lagi di mode panik tapi kocak. organisasi paling formal di dunia ini juga bisa bingung karena uang nggak masuk tepat waktu, sementara dunia tetap menunggu bantuan, mediasi konflik, dan koordinasi pembangunan global berjalan lancar.
jadi, sambil ngakak membayangkan tentara perdamaian pbb duduk santai nunggu gaji, tetap harus dicatat: krisis keuangan ini serius, dan keputusan negara anggota menentukan apakah pbb bisa bertahan atau malah kehabisan duit di 2026.
(Anton)




















































