SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Biak Numfor dan Jayawijaya menjadi dua kabupaten di Papua yang tengah mendorong terobosan di sektor pendidikan, masing-masing dengan pendekatan berbeda namun memiliki tujuan serupa: mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan yang lebih baik.
Dinas Pendidikan Kabupaten Biak Numfor resmi mengintegrasikan pembelajaran teknologi coding dan kecerdasan buatan (AI) ke dalam kurikulum sekolah dasar mulai tahun ajaran 2025/2026. Kepala Dinas Pendidikan Biak Numfor, Kamaruddin, menjelaskan bahwa teknologi AI adalah kemampuan mesin untuk belajar dari data dan meniru cara kerja manusia. Pembelajaran ini diharapkan dapat membekali siswa sejak dini dengan keterampilan berpikir logis, menyusun algoritma, hingga menciptakan proyek digital sederhana seperti animasi dan gim interaktif.
Sebagai pendukung implementasi program tersebut, Disdik telah melatih para guru dan menyiapkan sarana seperti komputer dan jaringan internet di sekolah. Pelatihan dilakukan secara bertahap dengan metode on-in-on, dimulai dari pelatihan klasikal, kemudian diterapkan di sekolah, dan dilanjutkan dengan evaluasi beberapa bulan kemudian. Program ini menyasar puluhan sekolah, terutama penerima dana BOS Kinerja dan sekolah yang memiliki jumlah siswa di atas 400 orang.
Di sisi lain, Dinas Sosial Kabupaten Jayawijaya meluncurkan program sosial yang menyasar anak jalanan dengan mengirimkan mereka untuk menempuh pendidikan berasrama di Pulau Jawa. Setelah sebelumnya mengirimkan 20 anak ke Sekolah Misi Tabera Yogyakarta pada 21 Juni 2025, Pemkab Jayawijaya kembali mengirimkan 30 anak ke Yayasan Terang Bagi Sejahtera Bangsa, Semarang, pada 20 Juli 2025. Program ini merupakan bagian dari 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya, Atenius Murib dan Ronny Elopere.
Plt Sekretaris Dinas Sosial Jayawijaya, Indrawati Malino, menjelaskan bahwa semula 50 anak direncanakan belajar di Yogyakarta, namun karena keterbatasan tempat, 30 anak sisanya dialihkan ke Semarang. Anak-anak tersebut akan mendapatkan pendidikan selama setahun, yang mencakup aspek akademik, mental, dan spiritual, guna membentuk karakter dan memberikan harapan masa depan yang lebih cerah.
Langkah dua kabupaten ini menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah di Papua dalam membangun sumber daya manusia sejak usia dini. Pendidikan teknologi dan intervensi sosial pendidikan menjadi strategi kunci untuk membekali anak-anak Papua agar siap menghadapi tantangan global di era digital dan memperbaiki kualitas hidup mereka ke depan.
(Anton)




















































