SUARAINDONEWS.COM, Semarang – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah tinggal menghitung hari. Kota Semarang sebagai lokasi utama penyelenggaraan terus mematangkan berbagai persiapan, mulai dari venue, layanan kafilah, transportasi, kesehatan hingga kegiatan pendukung.
MTQ Nasional XXXI dijadwalkan berlangsung pada 11-20 September 2026. Pembukaan dan penutupan dipusatkan di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti memastikan persiapan venue utama terus dikebut dan telah memasuki tahap akhir. Lapangan Pancasila disiapkan sebagai lokasi panggung utama pembukaan sekaligus pusat kegiatan publik selama pelaksanaan MTQ.
“MTQ ini adalah hajatan kita bersama. Masyarakat Kota Semarang juga menjadi bagian penting dari keberhasilan penyelenggaraannya,” kata Agustina dalam keterangannya, Senin, 7 September 2026.
Pemerintah Kota Semarang juga memastikan sarana pendukung di sekitar arena diperiksa, mulai dari listrik, air, jaringan internet hingga kebersihan kawasan.
Kesiapan tidak hanya dilakukan di venue utama. Sejumlah lokasi lain di Kota Semarang juga disiapkan untuk menjadi arena perlombaan.
Pemprov Jawa Tengah sebelumnya menyebut terdapat sejumlah venue yang tersebar di Kota Semarang. Pemerintah menargetkan seluruh arena lomba maupun lokasi pertunjukan pembukaan selesai dan siap digunakan pada 10 September 2026, atau sehari sebelum rangkaian MTQ dimulai.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan pekerjaan fisik di sejumlah arena telah memasuki tahap akhir.
“Pengerjaan fisik dan penataan lokasi MTQ Nasional tinggal menyisakan penyelesaian tahap akhir,” kata Taj Yasin saat melakukan monitoring kesiapan arena MTQ di Semarang.
Sementara itu, Kementerian Agama mencatat sebanyak 2.242 peserta akan mengikuti MTQ Nasional XXXI. Mereka berasal dari seluruh provinsi di Indonesia dan akan mengikuti delapan cabang perlombaan.
Jumlah tersebut terdiri atas peserta inti dan peserta cadangan yang telah ditetapkan melalui technical meeting dan penetapan peserta MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.
Kehadiran ribuan peserta dan tamu membuat pemerintah daerah juga menyiapkan layanan transportasi, akomodasi, kesehatan dan pendampingan selama kegiatan berlangsung.
Pemprov Jawa Tengah menyiapkan personel pendamping untuk membantu kafilah sejak kedatangan hingga kepulangan. Sistem penjemputan juga disiapkan dari sejumlah titik kedatangan, termasuk bandara dan stasiun.
Dari sisi kesehatan, Pemkot Semarang menyiapkan posko kesehatan di 12 arena perlombaan. Layanan tersebut didukung puluhan puskesmas dan rumah sakit untuk mengantisipasi kebutuhan kesehatan para peserta maupun tamu.
Persiapan juga dilakukan untuk menyambut masyarakat dan tamu dari luar daerah. Camat, lurah dan masyarakat digerakkan untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar arena serta memberikan sambutan kepada para kafilah.
Gerakan bersih-bersih masjid juga dilakukan di berbagai wilayah Kota Semarang. Penataan lingkungan dan pemasangan berbagai ornamen penyambutan dilakukan untuk menciptakan suasana yang lebih semarak selama MTQ berlangsung.
Tidak hanya soal perlombaan, Pemkot Semarang menjadikan MTQ Nasional sebagai momentum memperkenalkan potensi daerah. Pelaku UMKM, seniman, komunitas, sektor kuliner, pariwisata dan ekonomi kreatif dilibatkan dalam berbagai kegiatan pendukung.
Wali Kota Agustina berharap para kafilah dan tamu tidak hanya datang untuk mengikuti perlombaan, tetapi juga dapat mengenal Kota Semarang melalui kuliner, budaya, seni dan destinasi wisata.
“Kami ingin para kafilah dan tamu yang datang ke Semarang membawa pulang pengalaman tentang kota ini. Mereka bisa mengenal karya pelaku UMKM, menikmati seni dan budaya, berkunjung ke destinasi wisata, sekaligus melihat bagaimana Kota Semarang merawat tradisinya,” ujar Agustina.
Pemerintah Jawa Tengah juga mendorong pelaksanaan MTQ Nasional memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Ribuan peserta dan tamu yang datang diharapkan dapat menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, UMKM, transportasi dan pariwisata.
Sejumlah kegiatan pendukung telah disiapkan untuk menyambut kafilah dari 38 provinsi. Kota Semarang juga menghadirkan berbagai kegiatan budaya dan kuliner sehingga pelaksanaan MTQ tidak hanya berpusat pada arena perlombaan.
Di sisi lain, kesiapan kafilah Jawa Tengah juga memasuki tahap akhir. Para peserta telah menjalani pembinaan dan pemusatan latihan selama berbulan-bulan sebagai persiapan menghadapi MTQ Nasional XXXI.
Pemprov Jawa Tengah menargetkan keberhasilan penyelenggaraan sekaligus prestasi kafilah daerah sebagai tuan rumah.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, pemerintah pusat, Pemprov Jawa Tengah dan Pemkot Semarang kini fokus memastikan seluruh detail teknis dapat diselesaikan tepat waktu.
MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca, menghafal dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum memperkuat syiar Islam, mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah serta menggerakkan ekonomi dan pariwisata Jawa Tengah.
(Purwantiningsih)
























