SUARAINDONEWS. COM, BALI – Siapa sangka, di balik gemerlap hotel mewah dan pantai eksotis Nusa Dua, tersimpan proyek “sunyi” yang kini mulai bikin heboh. InJourney ternyata diam-diam menjalankan teknologi canggih yang mampu mengubah air laut menjadi air bersih layak minum.
Bukan sulap, bukan sihir. Teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) kini resmi diterapkan di kawasan The Nusa Dua, Bali. Air laut yang selama ini dianggap tak berguna untuk konsumsi, disulap menjadi sumber air bersih baru untuk menopang aktivitas pariwisata kelas dunia.
Kawasan yang dikelola ITDC ini disebut-sebut sedang bersiap menuju era baru pariwisata berkelanjutan. Dengan hadirnya SWRO, ketergantungan terhadap air tanah mulai ditekan, sekaligus memperkuat ketahanan air di tengah meningkatnya kebutuhan wisata.
Menariknya, langkah ini bukan sekadar urusan teknis. Di balik mesin dan instalasi, tersimpan misi besar InJourney untuk menekan emisi karbon, memperbaiki tata kelola lingkungan, dan mengubah wajah pariwisata Indonesia menjadi lebih hijau.
Bocoran dari lingkaran internal menyebutkan, sistem ini mampu menyuplai air bersih dalam jumlah besar untuk hotel, resort, dan tenant di kawasan Nusa Dua. Artinya, kenyamanan wisatawan tetap terjaga, tanpa harus mengorbankan alam Bali.
Publik pun mulai bertanya-tanya: apakah ini awal dari revolusi diam-diam sektor pariwisata nasional?
Jika skema ini sukses, bukan tidak mungkin teknologi serupa akan menyebar ke berbagai destinasi wisata lain di Indonesia. Bali pun berpotensi menjadi contoh dunia, bukan hanya soal keindahan, tetapi juga soal kecanggihan pengelolaan sumber daya.
Satu hal yang jelas, InJourney tidak sekadar membangun destinasi. Mereka sedang menyiapkan masa depan.
(Anton)



















































