SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Dunia otomotif kembali dibuat heboh. Porsche Cayenne listrik digadang-gadang bakal menjadi mobil pertama di dunia yang menawarkan opsi pengisian daya tanpa kabel alias wireless charging. Kalau rumor ini jadi kenyataan, ritual colok-mencolok charger bisa segera tinggal kenangan.
Teknologi ini sudah memiliki standar resmi bernama SAE J2954, sehingga bukan sekadar eksperimen. Dibandingkan charger kabel, sistem ini jauh lebih rapi, tanpa kabel menjuntai atau kotak soket di dinding. Bonusnya, teknologi ini sangat membantu pengemudi disabilitas yang kerap kesulitan mengangkat kabel dan colokan berat.
Cara kerjanya mirip seperti wireless charger ponsel. Di permukaan tanah terdapat bantalan berisi kumparan listrik yang menghasilkan medan magnet. Medan ini kemudian mengalirkan daya ke kumparan di mobil. Bedanya, ponsel harus menempel langsung, sementara mobil punya jarak udara. Untuk mengatasinya, Porsche memanfaatkan suspensi udara agar mobil bisa sedikit merunduk mendekati bantalan.
Hasilnya? Mobil bisa mengisi daya hingga 11 kW, setara dengan pengisian kabel biasa. Jadi bukan cuma praktis, tapi juga tetap cepat.
Yang bikin makin canggih, mobil bisa “mencium” posisi bantalan charger. Saat mendekat, sistem akan menghitung posisi secara otomatis dan menampilkan panduan parkir di layar agar mobil berada tepat di titik pengisian. Teknologi ini disebut Differential Inductive Positioning System (DIPS).
Begitu posisi pas, pengisian langsung berjalan otomatis, atau sesuai jadwal yang diatur lewat aplikasi mobil, misalnya saat tarif listrik sedang murah.
Soal keamanan, Porsche juga tak mau ambil risiko. Jika ada hewan peliharaan atau benda asing masuk ke ruang antara mobil dan bantalan, sensor gerak akan langsung memutus aliran listrik. Sistem ini juga mampu mendeteksi benda logam yang berpotensi memanas.
Namun, teknologi secanggih ini tentu tidak murah. Opsi wireless charging diperkirakan dibanderol sekitar £5.000 atau lebih. Selain bantalan yang harus dilindungi khusus, sistem elektronik di dalamnya juga sangat kompleks.
Di sisi kendaraan, arus dari bantalan akan diubah menjadi listrik DC dan langsung masuk ke baterai. Karena tiap mobil memiliki sistem kelistrikan berbeda, teknologi ini tidak bisa asal ditempel sebagai aksesori universal.
Meski mahal, banyak yang menilai fitur ini bakal jadi favorit, terutama untuk pengisian di rumah. Menghemat beberapa menit setiap hari tanpa harus berurusan dengan kabel, lama-lama terasa seperti kemewahan kecil yang bikin nagih.
Jika Porsche sukses, bukan tak mungkin pabrikan lain bakal ikut-ikutan. Wireless charging pun siap naik kelas dari fitur ponsel menjadi standar baru mobil listrik masa depan.
(Anton)




















































