SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Duh, kabar kurang enak nih buat kamu yang punya cita-cita kerja di perusahaan teknologi. Ternyata, badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di industri tech global masih belum reda!
Februari Kelabu: Ribuan Pekerja Tech Kehilangan Pekerjaan!
Menurut data dari situs Layoffs.fyi, sepanjang bulan Februari 2025 aja, ada sekitar 15.000 karyawan di sektor teknologi yang terpaksa jadi pengangguran. Sedih banget ya!
Beberapa perusahaan raksasa teknologi bahkan udah duluan ngumumin PHK besar-besaran di awal tahun ini. Sebut aja Microsoft, Meta (induknya Facebook, Instagram, WhatsApp), Workday, sampai HP juga ikut ‘merumahkan’ karyawannya.
Cari Kerja Makin Susah, Salah AI Juga?
Nggak cuma banyak PHK, nyari kerja di bidang teknologi sekarang juga makin susah lho. Kabarnya sih, salah satu penyebabnya adalah makin canggihnya teknologi Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan. AI ini dianggap lebih efisien dan mulai bisa ngegantiin beberapa pekerjaan yang tadinya dikerjain manusia.
Tapi Tenang! AI Juga Ciptain Lapangan Kerja Baru Kok!
Meskipun banyak yang bilang beberapa profesi bakal punah gara-gara AI, tapi ada juga kabar baiknya nih. Justru, AI juga memunculkan banyak banget pekerjaan baru yang sebelumnya nggak ada!
Kisah Lulusan Jurnalis Jadi ‘Pelatih’ AI: Kok Bisa?
Nah, ada cerita menarik nih soal pekerjaan yang berhubungan sama AI. Ada seorang lulusan sekolah jurnalis di Amerika Serikat yang malah ditawarin kerjaan jadi ‘pelatih’ model AI di perusahaan data pelatihan AI bernama Outlier.
Kenalan yuk sama Carla McCanna, fresh graduate dari Medill School of Journalism Northwestern University. Awalnya dia juga bingung pas dapat tawaran kerja ini lewat Handshake, portal khusus buat rekrutmen di kampusnya.
“Perekrut mengatakan bahwa keahlian saya sesuai dengan peran sebagai ahli penulisan dan bahwa saya akan melatih model AI untuk mengoptimalkan akurasi dan efisiensi,” ujar McCanna.
Padahal, sebelumnya Carla nggak punya pengalaman sama sekali di bidang data, machine learning (pembelajaran mesin), atau industri teknologi.
Modal Jurnalisme Malah Jadi Kunci:
Ternyata, keahlian yang dilihat sama perekrut itu justru pengalaman jurnalistiknya! Kemampuan menulis profesional, riset mendalam, dan ngecek fakta yang akurat jadi modal penting buat ‘melatih’ AI.
Sebelumnya, Carla sempat magang di The Dallas Morning News dan majalah D Magazine, dan baru aja lulus S2 Jurnalisme Agustus lalu.
Nasib Jurnalis Lagi Kurang Mujur:
Sayangnya, cari kerja jadi jurnalis sekarang lagi nggak gampang. Persaingannya ketat banget!
Di tahun 2024 aja, industri media di AS lagi lesu banget. Ada sekitar 5.000 jurnalis yang kena PHK, naik 59% dari tahun sebelumnya!
“Saya paling tertarik dengan majalah, penulisan feature, atau penulisan budaya dan musik, pekerjaan-pekerjaan tersebut di LinkedIn mendapatkan ribuan pelamar,” curhat McCanna.
“Sementara saya mencari posisi jurnalis saat itu, [pekerjaan Outlier] ini sepertinya bagus, karena ini benar-benar jarak jauh dan gajinya bagus jika konsisten,” tambahnya.
Kerja Fleksibel Jadi Sumber Penghasilan Utama:
Beberapa bulan terakhir, Carla udah kerja full-time buat Outlier. Dia ngambil berbagai proyek di platform mereka dengan bayaran sekitar US$35 per jam. Lumayan banget kan?
Kerjaan di bidang data ini malah jadi sumber penghasilan utamanya sekarang, dan dia bahkan nyaranin temen-temen sekelasnya di Medill buat nyobain juga.
“Banyak dari kami yang masih mencari pekerjaan. Tiga kali saya memberi tahu seseorang tentang pekerjaan saya, dan mereka berkata, tolong kirimkan ke saya,” katanya. “Saat ini sangat sulit, dan banyak rekan-rekan saya yang mengatakan hal yang sama.”
Pelajaran Buat Kita:
Dari cerita Carla, kita bisa belajar nih kalau di era AI yang terus berkembang ini, skill dari berbagai bidang bisa jadi relevan dan dicari. Jangan cuma fokus sama satu bidang aja, tapi terus asah kemampuan dan terbuka sama peluang baru yang mungkin nggak pernah kita duga sebelumnya! Siapa tahu, skill ‘ngulik’ kamu di media sosial atau kemampuan nulis kreatif justru bisa jadi modal buat karir di masa depan!
(Anton)