SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Bukan konsep futuristik di pameran teknologi. Hotel pertama di Bulan benar-benar sedang disiapkan, dan pintu pemesanannya sudah dibuka.
Startup antariksa asal California, GRU Space, mengumumkan rencana ambisius mereka membangun hotel di permukaan Bulan yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2032. Proyek ini langsung menyedot perhatian publik global karena satu hal mencolok: calon tamu sudah bisa booking kamar dari sekarang, dengan uang muka yang nilainya bikin geleng kepala.
Untuk mengamankan satu slot menginap, peminat harus menyiapkan dana awal hingga sekitar Rp17 miliar. Sementara itu, harga total pengalaman menginap di hotel Bulan diperkirakan bisa menembus Rp169 miliar per orang, termasuk perjalanan dan fasilitas pendukung.
GRU Space menyebut hotel ini dirancang sebagai struktur modular permanen di Bulan. Artinya, ini bukan sekadar kapsul sementara, tapi bangunan yang benar-benar ditujukan untuk hunian manusia di luar Bumi. Para tamu nantinya akan menikmati pemandangan langsung permukaan Bulan, melihat Bumi dari kejauhan, hingga merasakan pengalaman berjalan dengan gravitasi rendah.
Yang membuat proyek ini makin ramai dibicarakan, GRU Space mengklaim desain hotel akan memanfaatkan material lokal, termasuk regolit atau tanah Bulan, untuk membangun struktur yang lebih kuat dan efisien. Jika berhasil, konsep ini bisa menjadi tonggak baru dalam eksplorasi dan komersialisasi luar angkasa.
Meski begitu, proyek ini belum lepas dari sorotan kritis. Hingga kini, pembangunan fisik hotel belum dimulai. GRU Space masih berada pada tahap pengembangan teknologi dan pengujian sistem, dengan fase uji coba direncanakan berlangsung beberapa tahun ke depan sebelum benar-benar menerima tamu.
Di media sosial, respons warganet pun beragam. Ada yang antusias dan menyebut ini sebagai era baru pariwisata ekstrem, ada pula yang skeptis dan mempertanyakan keamanan, regulasi, hingga siapa sebenarnya target tamu hotel seharga ratusan miliar rupiah itu.
Namun satu hal tak terbantahkan: hotel di Bulan bukan lagi sekadar imajinasi. Dengan reservasi yang sudah dibuka dan jadwal yang mulai dipatok, gagasan menginap di luar Bumi perlahan bergeser dari mimpi menjadi rencana bisnis nyata.
Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya sensasi mahal yang tak terjangkau. Tapi bagi dunia antariksa, proyek ini menjadi sinyal bahwa batas antara Bumi dan luar angkasa semakin kabur, dan masa depan wisata mungkin benar-benar tak lagi berhenti di planet ini.
(Anton)




















































