SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Syamsuri (54), penjual es cincau condol sekaligus nasabah PT Bank Tabungan Negara (BTN), menyiapkan pesanan pembeli saat berjualan di kawasan Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (6/2/2026). Kredit Program Perumahan (KPP) yang diluncurkan pemerintah pada Oktober 2025 dinilai dapat menjadi solusi kepemilikan rumah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya sektor informal yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap program subsidi perumahan.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu, dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Senin (26/1.2026) lalu.
Menurut Nixon, KPP akan menjadi salah satu mesin pertumbuhan kredit baru bagi BTN pada 2026. Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah mengalokasikan dana sebesar Rp130 triliun untuk program tersebut, yang terdiri atas Rp113 triliun untuk sisi suplai atau pembangunan, serta Rp17 triliun untuk sisi permintaan berupa pembiayaan pembelian rumah atau KPR.
Sejak diluncurkan, BTN tercatat masih menjadi penyalur KPP terbesar dibandingkan bank lainnya. Hal ini sejalan dengan komitmen perseroan dalam mendukung program Tiga Juta Rumah yang diusung pemerintah. Program KPP diharapkan dapat menjadi solusi baru kepemilikan hunian bagi wiraswasta dan pelaku UMKM sektor informal yang selama ini kesulitan mengakses pembiayaan perumahan.




















































