SUARAINDONEWS, COM, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firman Subagyo, mengapresiasi kinerja pemerintah pusat di sektor pertanian yang dinilai berhasil mencapai target swasembada pangan dalam waktu relatif cepat, bahkan melampaui target yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut disampaikan Firman dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Pertanian, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Direktur Utama Perum Bulog, serta ID FOOD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
“Kami mengapresiasi pemerintah pusat, khususnya sektor pertanian, yang telah mampu mencapai swasembada pangan dalam waktu yang relatif cepat. Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional juga telah memastikan bahwa pangan pokok strategis nasional dalam kondisi aman menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional, Ramadan dan Idulfitri 2026,” ujar Firman.
Ia menyebutkan, stok beras nasional pada awal 2026 mencapai 3,3 juta ton, yang merupakan rekor tertinggi dibandingkan awal tahun-tahun sebelumnya. Selain beras, ketersediaan pangan pokok lainnya juga dinilai mencukupi sebagaimana data yang telah dipaparkan dalam rapat.
Firman juga menyoroti komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan selama Ramadan melalui peningkatan pengawasan oleh satuan tugas pangan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memberikan efek jera kepada para spekulan yang kerap memanfaatkan momentum hari besar keagamaan.
“Kami melihat pengawasan kali ini dilakukan secara serius dan langsung dari atas. Ini luar biasa dan patut diapresiasi,” katanya.
Meski demikian, Firman mengingatkan adanya potensi hambatan distribusi pangan akibat anomali cuaca dan banjir yang masih sering terjadi, khususnya di Pulau Jawa. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu stabilisasi harga akibat kerusakan infrastruktur seperti jalan dan jembatan, termasuk jalur Pantura.
“Oleh karena itu, kami mendorong Menteri Pertanian untuk berkoordinasi dengan Kementerian PUPR agar kerusakan infrastruktur akibat banjir bisa segera diantisipasi, karena ini sangat berpengaruh terhadap distribusi dan penyimpanan pangan,” jelasnya.
Selain distribusi, Firman juga menyoroti risiko gangguan produksi akibat hujan dan banjir yang dapat merusak tanaman dan menurunkan hasil panen. Hal ini berpotensi memicu kenaikan harga pangan jika tidak diantisipasi sejak dini.
Ia mengusulkan sejumlah langkah strategis, antara lain restorasi sungai, perbaikan sistem irigasi primer, pengembangan sistem informasi hidrologi untuk memberikan peringatan dini kepada petani, serta penguatan regulasi terkait pencegahan alih fungsi lahan pertanian.
“Kami mengapresiasi langkah pemerintah dalam menekan alih fungsi lahan, namun sanksi tegas tetap perlu diberikan kepada daerah yang masih melanggar karena ini bisa mengancam capaian swasembada pangan yang telah diraih dengan susah payah,” tegasnya. (Kiki)
(Anton)




















































