SUARAINDONEWS.COM, Palembang – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan krisis iklim saat menghadiri MPR Goes to Campus ke-42 di Universitas Sriwijaya. Forum tersebut diikuti lebih dari 300 mahasiswa dan sivitas akademika.
Dalam paparannya, Eddy menyebut krisis iklim bukan lagi isu masa depan, melainkan realitas yang berdampak pada berbagai sektor. Ia menyoroti perubahan cuaca ekstrem, ancaman terhadap ketahanan pangan, serta risiko bagi perekonomian nasional.
“Krisis iklim adalah tantangan kebangsaan. Ia menyentuh aspek ekonomi, sosial, bahkan ketahanan negara. Karena itu, solusi yang kita bangun harus berbasis kolaborasi, berbasis ilmu pengetahuan, dan bergerak dalam orkestrasi yang sama,” ujarnya.
Menurut Eddy, kampus memiliki posisi strategis sebagai pusat riset, inovasi, dan pembentukan karakter generasi muda. Melalui pengembangan energi terbarukan, pengelolaan limbah, penguatan ekonomi hijau, serta edukasi berbasis data, perguruan tinggi dinilai dapat mempercepat transisi menuju pembangunan berkelanjutan.
Ia juga menyoroti potensi energi baru terbarukan Indonesia yang besar, namun kebutuhan energi nasional masih didominasi oleh impor.
Eddy menegaskan bahwa keterlibatan MPR dalam isu lingkungan merupakan bagian dari pelaksanaan amanat konstitusi. Ia merujuk pada Pasal 28H Ayat 1 UUD 1945 tentang hak atas lingkungan hidup yang sehat serta Pasal 33 Ayat 4 yang menekankan pembangunan berkelanjutan.
Agenda MPR Goes to Campus disebut sebagai momentum memperkuat komitmen bersama antara MPR dan perguruan tinggi dalam mengarusutamakan nilai kebangsaan, termasuk tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui forum di Universitas Sriwijaya, Eddy Soeparno mendorong kampus menjadi motor kolaborasi riset dan kebijakan dalam menghadapi krisis iklim. Peran perguruan tinggi dinilai penting untuk mempercepat transisi energi dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
(EK)




















































