SUARAINDONEWS. COM, Jakarta — Bencana yang melanda Sumatra pada November 2025 lalu memberikan dampak besar terhadap lingkungan, hutan, serta kehidupan masyarakat. Sebagai respons atas kondisi tersebut, PT Eastspring Investments Indonesia (Eastspring Indonesia) bekerja sama dengan World Wide Fund for Nature (WWF Indonesia) dalam program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) bertajuk Eastspring Peduli Sumatra.
CEO Eastspring Indonesia, Sulystari, dalam siaran pers di Jakarta menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung prinsip keberlanjutan atau ESG (Environmental, Social, and Governance).
“Melalui program Eastspring Peduli Sumatra, kami mengajak publik untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan dengan berinvestasi melalui (subscription) Reksa Dana Eastspring Indonesia pada periode Februari hingga Maret 2026. Sebagian dari pendapatan perusahaan yang diperoleh akan didonasikan kepada WWF Indonesia,” ujar Sulystari.
Donasi tersebut akan digunakan untuk mendukung upaya pemulihan pascabencana banjir besar di sejumlah wilayah Sumatra, meliputi revitalisasi jembatan, pembersihan area sekolah, restorasi ekosistem, serta bantuan bagi komunitas terdampak.
Sementara itu, Rusyda Deli, Direktur Partnership WWF Indonesia, menyatakan bahwa sejak awal bencana pihaknya telah merespons cepat untuk membantu masyarakat terdampak di Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Bireuen.
“Hingga saat ini, sekitar 150 ton bantuan logistik telah disalurkan ke hampir 50 desa, mencakup kebutuhan dasar, penerangan, serta dukungan komunikasi. Ke depan, pemulihan ekosistem pascabencana menjadi langkah penting agar kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan secara berkelanjutan,” jelas Rusyda.
Melalui program Eastspring Peduli Sumatra, WWF Indonesia berharap dapat terus mendampingi masyarakat Aceh, khususnya di Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Bireuen, dalam proses pemulihan jangka panjang.
Jurnalis senior Najwa Shihab turut menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dalam penanganan pascabencana.
“Bencana tidak pernah benar-benar selesai di fase darurat. Pemulihan lingkungan dan penguatan komunitas adalah pekerjaan panjang yang membutuhkan konsistensi dan kolaborasi. Kepedulian harus berlanjut dari empati menjadi partisipasi yang berdampak,” ujarnya.
Eastspring Indonesia berharap program ini menjadi langkah awal bagi inisiatif kemanusiaan lainnya yang berdampak luas, sekaligus menginspirasi industri keuangan untuk bergerak bersama dalam kepedulian terhadap pemulihan pascabencana di Sumatra.
(Anton)




















































