SUARAINDONEWS.COM, Amsterdam – Ambisi memangkas waktu tempuh Amsterdam–Paris menjadi hanya sekitar 45 menit semakin mendekati kenyataan setelah uji coba teknologi hyperloop di Belanda menunjukkan hasil yang menjanjikan.
Perusahaan rintisan asal Belanda, Hardt Hyperloop, tengah mengembangkan sistem transportasi revolusioner berbasis kapsul yang melaju di dalam tabung bertekanan rendah. Teknologi ini diuji di fasilitas khusus European Hyperloop Center di Veendam, Belanda, yang menjadi pusat pengujian hyperloop terbesar di Eropa.
Hyperloop dirancang untuk memungkinkan kapsul melaju hingga sekitar 700 km/jam dalam kondisi operasional penuh. Dengan kecepatan tersebut, jarak sekitar 500 kilometer antara Amsterdam dan Paris berpotensi ditempuh hanya dalam waktu sekitar 45 menit—jauh lebih cepat dibandingkan layanan kereta cepat saat ini yang memakan waktu lebih dari tiga jam.
Dalam pengujian terbaru, kapsul prototipe telah berhasil melaju di lintasan uji sepanjang 420 meter yang terdiri dari puluhan segmen tabung. Meski kecepatan uji masih jauh dari target komersial, perusahaan menyatakan berbagai sistem inti—mulai dari levitasi, propulsi, hingga mekanisme perpindahan jalur—telah menunjukkan kemajuan signifikan.
Hardt Hyperloop menargetkan tahap pengujian lanjutan dalam beberapa tahun ke depan, dengan visi jangka panjang menghadirkan sistem komersial sekitar dekade mendatang.
Konsep hyperloop pertama kali dipopulerkan oleh Elon Musk dan sejak itu menjadi fokus riset berbagai perusahaan serta institusi pendidikan di seluruh dunia. Di Belanda sendiri, sejumlah tim riset dan inovator turut mendorong pengembangan teknologi ini sebagai solusi transportasi masa depan yang cepat dan berpotensi rendah emisi.
Meski menjanjikan, realisasi penuh hyperloop masih menghadapi tantangan besar, termasuk kebutuhan investasi infrastruktur skala besar, standar keselamatan yang ketat, serta regulasi lintas negara. Namun demikian, hasil uji coba terbaru di Belanda menjadi langkah penting menuju sistem transportasi ultra-cepat yang dapat merevolusi perjalanan antar kota di Eropa.
Jika visi ini terwujud, perjalanan lintas negara seperti Amsterdam–Paris bukan lagi soal jam, melainkan hitungan menit.
(Anton)




















































