SUARAINDONEWS.COM, Jakarta — Kabar bahagia datang dari dunia otomotif listrik. Tesla, pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat yang identik dengan harga “bikin mikir dua kali sebelum gesek kartu”, dikabarkan siap meluncurkan Tesla Model Y Standard Range, versi paling ramah dompet dari keluarga Model Y.
Isunya, mobil listrik yang satu ini digadang-gadang sebagai “Tesla versi hemat tapi tetap gaya”. Bocoran soal kehadiran Model Y Standard Range ini semakin santer setelah varian tersebut sempat muncul di beberapa pasar global, lalu menghilang bak mantan yang cuma muncul pas lagi butuh.
Sejumlah laporan menyebutkan, Model Y versi budget ini hadir dengan sejumlah penyesuaian. Bukan berarti murahan, tapi lebih ke strategi diet fitur. Beberapa detail disederhanakan, namun tetap mempertahankan DNA Tesla: desain futuristik, teknologi canggih, dan sensasi mobil listrik yang bikin pengemudi merasa selangkah lebih dekat dengan masa depan.
Di Eropa dan Kanada, Tesla bahkan sudah mulai memperkenalkan varian Model Y “Standard” dengan harga lebih rendah dibanding versi Long Range atau Performance. Ini membuat publik otomotif berspekulasi, Tesla sedang serius menggarap pasar kelas menengah yang selama ini cuma bisa menatap Model Y dari balik kaca showroom.
Baterai generasi baru juga disebut-sebut menjadi kunci lahirnya Model Y versi lebih terjangkau ini. Dengan efisiensi lebih baik, Tesla diklaim mampu memangkas biaya produksi tanpa harus mengorbankan jarak tempuh secara drastis. Ibaratnya, tetap bisa jauh, tapi nggak bikin kantong megap-megap.
Di media sosial, warganet pun ramai berkomentar. Ada yang menyebut Model Y Standard Range sebagai “Tesla rakyat”, ada pula yang bercanda, “Akhirnya bisa punya Tesla tanpa harus jual ginjal.” Meski begitu, hingga kini Tesla belum memberikan pengumuman resmi soal tanggal rilis global maupun harga pastinya.
Yang jelas, kehadiran Model Y versi budget ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa persaingan mobil listrik semakin panas. Tesla tampaknya tak mau hanya dikenal sebagai mobil sultan, tapi juga ingin merayu konsumen yang ingin tampil futuristik tanpa harus bikin rekening menangis.
Kini publik tinggal menunggu: apakah Model Y Standard Range benar-benar akan meluncur secara luas, termasuk ke pasar Asia, atau hanya sekadar gosip manis yang bikin pecinta mobil listrik susah move on.
Satu hal pasti, jika Tesla benar-benar menurunkan harga, persaingan mobil listrik bakal makin seru — dan para kompetitor siap-siap pasang kuda-kuda.
(Anton)




















































