SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) baru saja mengeluarkan surat edaran yang bikin para orang tua dan siswa mikir ulang soal cara masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027.
Kenapa? Karena nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) sekarang akan masuk sebagai bagian dari jalur prestasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Tujuannya jelas: bikin seleksi lebih objektif dan adil, biar gak ada lagi penilaian yang beda-beda antar sekolah.
Nah, meski begitu, Kemendikdasmen tetap kasih pesan penting buat anak yang “nggak jago matematika”.
Bukan Cuma Nilai Matematika yang Menentukan
Minhajul Ngabidin, Pembina Tim Kerja Peserta Didik Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen, menegaskan bahwa prestasi non-akademik juga bisa jadi nilai tambah.
Contohnya? Sertifikat juara menggambar, mewarnai, seni, atau lomba kreatif bisa dipakai sebagai nilai tambah di jalur prestasi SPMB.
“Kreativitas, bakat, dan karakter itu sama pentingnya. Anak yang nilainya tidak selalu 8-9-10 di Matematika tetap punya peluang,” kata Minhajul saat acara Creative Family Award (CFA) – Art Alive Faber-Castell 2024/2025.
80% Kesuksesan Bukan Hanya Akademik
Yang lebih menarik, Minhajul juga mengingatkan bahwa kesuksesan masa depan tidak hanya ditentukan nilai akademik.
Menurutnya, kemampuan akademik hanya 20%, sedangkan 80% lainnya berasal dari karakter, keberanian, dan kerja sama.
Jadi buat orang tua yang panik karena anaknya “gak jago pelajaran”, tenang dulu ya.
Anak bisa sukses lewat bakat lain seperti seni, kepemimpinan, atau kreativitas.
Seni Ternyata Juga “Pintar”
Richard Panelewen dari Faber-Castell menambahkan bahwa seni juga membantu perkembangan otak anak, terutama otak kanan.
“Doodle dan menggambar itu bisa melatih kreativitas, problem solving, dan kontrol emosi,” ujarnya.
(Anton)




















































