SUARAINDONEWS.COM, Silicon Valley – Kisah pendiri WhatsApp kembali menjadi sorotan publik sebagai salah satu cerita paling “menohok” dalam sejarah industri teknologi global. Jan Koum, yang pernah ditolak bekerja di Facebook, beberapa tahun kemudian justru menjual perusahaannya kepada raksasa media sosial tersebut dengan nilai fantastis sekitar USD 19 miliar.
Jan Koum lahir di Kiev, Ukraina, dan pindah ke Amerika Serikat saat berusia 16 tahun bersama ibunya. Hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit, Koum tumbuh dengan tekad kuat untuk memperbaiki masa depannya melalui dunia teknologi. Ia kemudian bekerja di Yahoo, tempat ia bertemu dengan Brian Acton.
Setelah meninggalkan Yahoo, Koum dan Brian Acton sempat melamar pekerjaan ke Facebook, namun tidak diterima. Penolakan tersebut tidak membuat keduanya berhenti. Pada 2009, mereka mendirikan WhatsApp, aplikasi pesan instan yang dirancang sederhana, cepat, tanpa iklan, dan menekankan privasi pengguna.
WhatsApp berkembang pesat secara organik tanpa strategi pemasaran besar-besaran. Popularitasnya melonjak di berbagai negara karena kemudahan penggunaan dan efisiensi biaya dibanding SMS tradisional. Dalam waktu singkat, jumlah penggunanya menembus ratusan juta secara global.
Pada Februari 2014, Facebook mengumumkan akuisisi WhatsApp dengan nilai total sekitar USD 19 miliar dalam bentuk kombinasi tunai dan saham. Akuisisi tersebut menjadi salah satu transaksi terbesar dalam sejarah industri teknologi saat itu. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Facebook dalam ekosistem komunikasi digital global.
Bagi Jan Koum, kesepakatan tersebut bukan hanya soal angka. Ia sempat bergabung sebagai bagian dari manajemen Facebook dan duduk di dewan direksi perusahaan. Namun pada 2018, ia memutuskan mundur dari Facebook di tengah perbedaan pandangan terkait isu privasi dan pengelolaan data pengguna.
Perjalanan Jan Koum kini sering dijadikan contoh nyata bahwa penolakan bukanlah akhir dari karier seseorang. Dari pelamar yang tidak diterima bekerja hingga menjadi miliarder melalui inovasi yang ia bangun sendiri, kisah ini menegaskan bahwa kegagalan awal bisa menjadi fondasi kesuksesan besar.
Tentang Jan Koum
Jan Koum adalah pengusaha teknologi dan salah satu pendiri WhatsApp. Ia dikenal sebagai figur yang menjunjung tinggi prinsip kesederhanaan produk dan perlindungan privasi pengguna dalam pengembangan aplikasi pesan instan tersebut.
Tentang WhatsApp
Didirikan pada 2009, WhatsApp berkembang menjadi salah satu platform komunikasi terbesar di dunia sebelum akhirnya diakuisisi oleh Facebook pada 2014. Hingga kini, WhatsApp tetap menjadi aplikasi pesan instan dengan miliaran pengguna aktif secara global.
(Anton)



















































