SUARAINDONEWS. COM, Jakarta – Program ambisius 3 Juta Rumah kembali jadi sorotan. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, blak-blakan menyatakan dukungan penuh sekaligus memberi pesan penting kepada BTN agar makin intens berkoordinasi dengan pemerintah.
Menurut Adisatrya, persoalan backlog perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sudah masuk kategori mengkhawatirkan. Karena itu, sejak awal Komisi VI DPR RI konsisten mengawal program 3 Juta Rumah agar benar-benar terealisasi.
“Ini bukan cuma soal bangun rumah. Kalau sukses, efeknya bisa berantai ke banyak sektor ekonomi,” ujar Adisatrya, Senin (26/1/2026).
Politisi PDIP itu menyebut, sektor perumahan punya kekuatan besar menggerakkan industri bahan bangunan, membuka lapangan kerja, hingga menghidupkan UMKM dan pedagang kecil di sekitar kawasan hunian.
Meski begitu, Adisatrya mengingatkan bahwa BTN tidak bisa bekerja sendirian. Peran BTN memang krusial dalam pembiayaan KPR, namun persoalan di hulu seperti ketersediaan lahan masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Ia bahkan mengungkapkan, jika target 3 juta rumah dibagi dalam lima tahun, maka idealnya dibangun sekitar 600 ribu rumah per tahun. Sayangnya, angka tersebut dinilai belum tercapai.
Tak hanya soal lahan, Adisatrya juga menyinggung masalah klasik: lokasi perumahan yang jauh dari tempat kerja MBR, khususnya di Jabodetabek. Kondisi ini justru berpotensi menambah beban biaya transportasi bagi pekerja kecil.
“Hunian layak itu penting, tapi harus dibarengi akses yang dekat dengan pusat aktivitas kerja,” tegasnya.
Meski demikian, Adisatrya mengapresiasi langkah BTN yang dinilai sudah berada di jalur yang benar. Ia hanya menekankan, sinergi lintas kementerian dan lembaga harus diperkuat agar Program 3 Juta Rumah benar-benar tepat sasaran, berkelanjutan, dan terasa manfaatnya bagi rakyat.
(Anton)




















































