Danantara Bangun Pabrik Sampah Jadi Listrik di Makassar, Bisa Olah 1.000 Ton per Hari
Pemerintah mulai serius menangani masalah sampah dengan cara baru. Melalui Danantara, proyek pengolahan sampah menjadi listrik (PSEL) akan dibangun di Makassar dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun.
Tujuannya sederhana: sampah tidak cuma dibuang, tapi diubah jadi listrik.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan, proyek ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Proyek ini dikendalikan langsung oleh Danantara dan tidak melibatkan swasta,” jelas Hanif.
Sampah 1.000 Ton Sehari, Diubah Jadi Listrik
Pabrik ini nantinya mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah setiap hari. Tidak hanya dari Makassar, tapi juga dari daerah sekitar seperti Gowa dan Maros.
Dari sampah sebanyak itu, listrik yang dihasilkan diperkirakan mencapai 20 sampai 25 megawatt (MW). Artinya, sampah yang biasanya menumpuk bisa dimanfaatkan jadi energi.
Kenapa Ini Penting?
Selama ini, banyak sampah di Indonesia masih dibuang begitu saja ke TPA (tempat pembuangan akhir). Akibatnya:
- Gunungan sampah makin tinggi
- Bau dan pencemaran meningkat
- Lahan cepat penuh
Dengan PSEL, masalah itu bisa dikurangi karena sampah langsung diolah.
“Ini solusi jangka panjang, bukan sekadar buang sampah,” tegas Hanif.
Dikelola Negara, Bukan Swasta
Yang menarik, proyek ini tidak melibatkan perusahaan swasta. Semua pengelolaan ada di tangan Danantara.
Tujuannya supaya:
- Proyek lebih terkontrol
- Pembiayaan lebih stabil
- Hasilnya benar-benar untuk kepentingan publik
PSEL Makassar diharapkan jadi contoh untuk kota lain di Indonesia. Kalau berhasil, sistem ini bisa diterapkan di berbagai daerah yang punya masalah sampah besar.
Intinya, pemerintah ingin mengubah cara lama:
dari “buang sampah” jadi “olah sampah jadi energi.”
(Anton)




















































