SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyoroti langkah sejumlah negara dalam menghadapi krisis yang dipicu konflik di Timur Tengah, salah satunya Pakistan yang memilih cara cukup “drastis tapi realistis” demi menghemat energi dan menjaga keuangan negara.
Menurut Prabowo, pemerintah Pakistan memperlakukan situasi tersebut layaknya keadaan darurat seperti pada masa pandemi COVID-19. Berbagai kebijakan penghematan pun diterapkan, mulai dari pemotongan gaji pejabat, penerapan kerja dari rumah (work from home/WFH) di banyak kantor pemerintahan, hingga pemangkasan minggu kerja menjadi empat hari.
Langkah tersebut dilakukan untuk menekan konsumsi bahan bakar di tengah lonjakan harga energi global yang dipicu ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Tidak hanya itu, pemerintah Pakistan juga membatasi penggunaan kendaraan dinas, membatalkan perjalanan luar negeri pejabat, serta menghentikan penggunaan anggaran negara untuk kegiatan yang dinilai tidak mendesak.
Prabowo menilai kebijakan tersebut menjadi contoh bagaimana sebuah negara bisa bergerak cepat ketika menghadapi potensi krisis energi. Ia menekankan pentingnya kesadaran untuk melakukan penghematan energi, termasuk mengurangi konsumsi bahan bakar.
“Langkah-langkah seperti ini menunjukkan bahwa penghematan energi itu penting,” kata Prabowo, sembari mengingatkan bahwa Indonesia juga perlu mulai lebih bijak dalam menggunakan bahan bakar.
Pesan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah ketidakpastian global, kebiasaan boros energi bukan lagi pilihan. Negara boleh santai, tetapi bensin tetap harus hemat—agar ekonomi tidak ikut “ngos-ngosan”.
(Anton)




















































