SUARAINDONEWS. COM, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto akhirnya membuka tabir ambisi barunya: bukan soal ekonomi atau pertahanan, melainkan soal atap rumah. Prabowo menggagas program nasional bernama “Gentengisasi”, yaitu rencana mengganti seluruh atap seng di Indonesia dengan genteng tanah liat demi lingkungan yang lebih adem, lebih rapi, dan lebih sedap dipandang.
Apa Itu Gentengisasi?
Gentengisasi adalah ide besar Presiden untuk menggusur dominasi atap seng panas dan berkarat dari permukiman rakyat, lalu menggantinya dengan genteng tanah liat yang dinilai lebih sejuk, tahan lama, dan estetis. Program ini menjadi bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang disampaikan Presiden dalam forum pemerintah pusat dan daerah.
Tujuan Super Ambisius
Prabowo tak sekadar ingin memperbaiki atap rumah, tetapi ingin mengubah wajah Indonesia secara menyeluruh. Program ini ditujukan untuk menciptakan lingkungan permukiman yang lebih bersih, tertata, nyaman dihuni, sekaligus mendukung daya tarik pariwisata nasional.
Siapa yang Bantu Biaya?
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, pemerintah tengah menyiapkan skema pendanaan kolaboratif untuk program gentengisasi. Artinya, pembiayaan tidak hanya bertumpu pada APBN, tetapi juga melibatkan sektor swasta, pemerintah daerah, serta partisipasi masyarakat.
Berapa Anggarannya?
Pemerintah menegaskan bahwa anggaran gentengisasi tidak akan membengkak. Proyek ini diperkirakan membutuhkan dana di bawah Rp1 triliun karena hanya menyasar rumah-rumah yang masih menggunakan atap seng, bukan seluruh bangunan di Indonesia.
Dukungan Mengalir
Sejumlah kepala daerah menyatakan dukungan kuat terhadap gagasan ini karena dinilai mampu mempercantik kota, menurunkan suhu lingkungan, serta meningkatkan kualitas hunian masyarakat, terutama di kawasan padat penduduk.
Tantangan di Lapangan
Di sisi lain, pemerintah juga menyoroti kebutuhan pasokan bahan baku genteng seperti tanah liat. Pemerintah daerah didorong untuk menyiapkan kawasan sumber material secara terkelola, agar program dapat berjalan berkelanjutan.
Ringkasnya, Indonesia berpotensi memasuki era baru: dari atap seng panas menuju genteng tanah liat yang lebih adem dan enak dipandang. Jika rencana ini benar-benar terealisasi, wajah permukiman nasional bisa berubah drastis dalam beberapa tahun ke depan.
(Anton)



















































