SUARAINDONEWS.COM, Jakarata — Sebuah pohon tua yang berdiri di tengah gurun tandus wilayah Safawi, dekat kota Al-Mafraq, Jordan, menarik perhatian umat Muslim dari berbagai negara. Pohon tersebut dikenal sebagai Pohon Sahabi, yang diyakini pernah menjadi tempat berteduh Nabi Muhammad ketika masih kecil dalam perjalanan dagang menuju wilayah Syam.
Pohon ini sering disebut sebagai “sahabat Nabi” karena dipercaya menjadi saksi salah satu peristiwa penting dalam perjalanan hidup Nabi sebelum masa kenabian. Saat itu, Nabi Muhammad kecil mengikuti perjalanan kafilah Quraisy bersama pamannya, Abu Talib.
Dalam perjalanan tersebut, rombongan kafilah berhenti untuk beristirahat di bawah sebuah pohon yang berdiri sendirian di tengah gurun. Di lokasi itulah terjadi peristiwa yang kemudian menjadi bagian dari kisah populer dalam sejarah Islam.
Menurut sejumlah riwayat yang dikutip berbagai sumber sejarah, seorang pendeta Nasrani bernama Bahira yang tinggal di wilayah tersebut melihat rombongan kafilah dari kejauhan. Ia disebut merasa heran karena melihat awan yang menaungi salah satu anggota rombongan.
Ketika rombongan berhenti dan beristirahat di bawah pohon tersebut, Bahira mendatangi mereka dan memperhatikan seorang anak kecil bernama Muhammad. Setelah berbincang dengan Abu Talib dan memperhatikan sejumlah tanda yang diyakininya istimewa, Bahira menyimpulkan bahwa anak tersebut kelak akan menjadi seorang nabi. Ia kemudian memperingatkan Abu Talib agar menjaga Muhammad dengan baik selama perjalanan.
Seiring waktu, pohon tempat rombongan itu berteduh dikenal sebagai Pohon Sahabi. Pohon tersebut memiliki nama latin Pistacia atlantica atau Atlantic Pistachio. Istilah “sahabi” sendiri merujuk pada sahabat Nabi, sehingga pohon ini sering dianggap sebagai saksi hidup perjalanan awal Nabi Muhammad sebelum masa kenabian.
Keunikan pohon ini juga terletak pada lokasinya. Pohon Sahabi berdiri sendirian di tengah hamparan gurun yang kering dan tandus, tanpa pepohonan lain di sekitarnya. Kondisi tersebut membuat keberadaannya dianggap unik oleh banyak orang.
Di era modern, penelusuran kembali lokasi pohon ini dilakukan oleh Prince Ghazi bin Muhammad dari Yordania. Setelah menyelesaikan studinya di University of Cambridge, Ghazi ditugaskan oleh pamannya, King Hussein of Jordan, untuk bekerja di Royal Archives of Jordan.
Dalam penelusuran arsip sejarah kerajaan, ia menemukan dokumen lama mengenai keberadaan sebuah pohon di wilayah Safawi, Zarqa Governorate, yang sebelumnya sempat terlewat saat inventarisasi situs-situs bersejarah pada masa King Abdullah I of Jordan. Pohon tersebut kemudian diyakini sebagai lokasi tempat Nabi Muhammad pernah berteduh saat perjalanan menuju Syam.
Saat ini, Pohon Sahabi menjadi salah satu destinasi wisata religi yang cukup dikenal di Yordania. Banyak peziarah dan wisatawan dari berbagai negara datang untuk melihat langsung pohon yang diyakini telah berusia lebih dari 1.400 tahun dan dianggap sebagai saksi sejarah perjalanan awal Nabi Muhammad.
(Anton)




















































