SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Partai Demokrat menegaskan komitmennya sebagai partai inklusif dan rumah besar kebinekaan dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang digelar di The Ballroom Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Rabu (18/2). Perayaan ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya sejak berdiri, Demokrat secara resmi menggelar perayaan Imlek dengan mengundang tokoh lintas agama, etnis, dan elemen masyarakat.
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan arah politik Demokrat yang terbuka dan merangkul seluruh komponen bangsa.
“Ini momen yang spesial bagi Partai Demokrat. Untuk pertama kalinya kita merayakan Imlek secara resmi bersama berbagai kalangan. Demokrat adalah rumah besar untuk semua suku, agama, ras, etnis, dan budaya. Kita tidak pernah membeda-bedakan dari mana kita berasal,” tegas AHY.
Menurut AHY, semangat Imlek tahun ini selaras dengan komitmen Demokrat dalam menjaga persatuan nasional di tengah dinamika global dan tantangan politik dalam negeri. Ia menekankan bahwa Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar jargon, tetapi fondasi kebangsaan yang harus terus dirawat secara nyata dalam praktik politik.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), turut menghadirkan pesan simbolik melalui karya seni lukis bertajuk “Kuda Api” yang dilelang dalam acara tersebut.
Lukisan bernuansa dominan biru itu menggambarkan seekor kuda gelap berlari dengan kobaran api di tubuhnya—melambangkan energi, keberanian, dan daya juang. Dalam proses lelang yang berlangsung dinamis, harga pembukaan Rp200 juta melonjak hingga mencapai Rp6,5 miliar.
SBY menyampaikan bahwa “Kuda Api” merepresentasikan semangat pantang menyerah dan optimisme bangsa menghadapi tahun-tahun ke depan. Hasil lelang sepenuhnya akan disalurkan untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Momentum ini memperlihatkan konsolidasi moral dan politik Partai Demokrat dalam merawat pluralisme sekaligus memperkuat solidaritas sosial. Perayaan Imlek 2026 bukan hanya ajang kebudayaan, tetapi juga panggung politik kebangsaan yang menegaskan posisi Demokrat sebagai partai yang menempatkan toleransi, harmoni, dan kemajuan sebagai fondasi perjuangan.
Dengan atmosfer kebersamaan yang hangat, penampilan seni budaya, dan partisipasi tokoh lintas komunitas, perayaan ini menjadi sinyal kuat bahwa Demokrat tengah membangun politik inklusif yang adaptif terhadap dinamika Indonesia modern.
(Anton)




















































