SUARAINDONEWS. COM, Jakarta – Sektor pariwisata nasional kian menunjukkan perannya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi. Hingga kuartal III tahun 2025, kontribusi pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat mencapai 3,96 persen. Capaian tersebut ditopang oleh perolehan devisa sebesar USD13,82 miliar serta penyerapan tenaga kerja yang mencapai 25,91 juta orang.
Kinerja positif ini sejalan dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Hingga November 2025, total kunjungan wisman ke Indonesia telah mencapai 13,98 juta. Rata-rata pengeluaran per wisatawan tercatat sebesar USD1.259 pada kuartal III-2025. Wisatawan asal Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar, diikuti Australia, Singapura, dan Tiongkok.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, realisasi kinerja pariwisata sepanjang 2025 menjadi landasan kuat bagi pemerintah untuk memasang target yang lebih ambisius pada 2026. Pemerintah memproyeksikan jumlah kunjungan wisman tahun depan berada pada kisaran 16 hingga 17,6 juta, dengan potensi devisa mencapai Rp22–24,7 miliar. Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB pun ditargetkan meningkat menjadi 4,5–4,7 persen.
“Melihat realisasi tahun 2025 yang melampaui proyeksi awal, pemerintah optimistis sektor pariwisata akan terus tumbuh dan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional,” ujar Airlangga usai Rapat Koordinasi Kepariwisataan di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (12/1/2026).
Dalam rapat tersebut, pemerintah bersama kementerian dan lembaga terkait menyepakati sejumlah langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan pariwisata. Upaya tersebut meliputi percepatan pembangunan infrastruktur serta peningkatan konektivitas antarbandara, termasuk penguatan akses antara bandara eksisting dengan bandara baru di kawasan destinasi prioritas.
Pemerintah juga akan melakukan penataan ulang kebijakan akses masuk wisatawan melalui evaluasi skema visa kunjungan. Di saat yang sama, transformasi tata kelola pariwisata berbasis digital terus didorong, termasuk penyederhanaan perizinan penyelenggaraan event daerah serta penguatan standar keselamatan wisata melalui penerapan asuransi pariwisata.
Dari sisi sumber daya manusia, daya saing tenaga kerja sektor pariwisata akan diperkuat melalui program peningkatan keterampilan (upskilling) dengan target 400 ribu peserta per tahun. Pemerintah turut menyiapkan dukungan pembiayaan berkelanjutan melalui pembentukan Indonesia Quality Tourism Fund (IQTF), serta pemberian insentif pajak bagi pekerja pariwisata pada periode 2025–2026.
Menjelang periode Lebaran, pemerintah juga menyiapkan berbagai stimulus untuk mendorong pergerakan wisatawan domestik, antara lain diskon tiket transportasi dan potongan harga belanja. Kebijakan tersebut dinilai efektif dalam meningkatkan aktivitas pariwisata dan konsumsi masyarakat.
Rapat Koordinasi Kepariwisataan tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Ardianto, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, serta jajaran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Pemerintah menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci utama agar target pariwisata 2026 dapat tercapai secara berkelanjutan.
(Anton)




















































