SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Volvo Cars bersiap mencetak standar baru di dunia kendaraan listrik lewat peluncuran Volvo EX60, SUV listrik murni yang diklaim mampu menawarkan kombinasi jarak tempuh super jauh dan kecepatan pengisian daya luar biasa. Mobil ini dijadwalkan resmi diperkenalkan pada 21 Januari 2026.
Volvo EX60 disebut mampu menempuh hingga 810 kilometer dalam sekali pengisian daya berdasarkan standar pengujian WLTP, dalam konfigurasi all-wheel drive. Angka tersebut menjadikannya mobil listrik Volvo dengan jarak tempuh terpanjang yang pernah dibuat, sekaligus menempatkannya di jajaran teratas kelasnya, melampaui sejumlah pesaing yang baru diperkenalkan.
Dengan kemampuan tersebut, perjalanan jarak jauh seperti Paris–Amsterdam, Los Angeles–San Francisco, hingga Stockholm–Oslo diklaim bisa ditempuh tanpa rasa cemas kehabisan daya. Volvo menyebut EX60 sebagai kendaraan yang mengubah range anxiety menjadi range comfort, sekaligus menegaskan bahwa beralih ke mobil listrik kini bukan lagi sebuah kompromi.
Chief Technology Officer Volvo Cars, Anders Bell, mengatakan EX60 dirancang untuk menjawab kekhawatiran utama konsumen terhadap mobil listrik.
“EX60 dirancang sebagai game changer. Dengan arsitektur kendaraan listrik terbaru kami, kami langsung menyasar kekhawatiran terbesar pelanggan. Hasilnya adalah jarak tempuh terdepan di kelasnya dan kecepatan pengisian daya yang sangat tinggi, menandai berakhirnya range anxiety,” ujar Bell.
Tak hanya unggul dalam jarak tempuh, EX60 juga mencatatkan rekor baru dalam hal pengisian daya. SUV listrik ini mampu menambah jarak hingga 340 km hanya dalam 10 menit menggunakan fast charger 400 kW. Dengan kata lain, waktu pengisian daya nyaris setara dengan berhenti sejenak untuk mengisi bahan bakar konvensional. Volvo juga menawarkan garansi baterai hingga 10 tahun bagi seluruh konsumen EX60.
Rahasia di balik performa tersebut terletak pada arsitektur SPA3, platform kendaraan listrik paling canggih Volvo hingga saat ini. Arsitektur ini memungkinkan efisiensi maksimal di berbagai sistem utama kendaraan, sehingga jarak tempuh mobil listrik bisa menyaingi kendaraan bermesin bensin.
Volvo juga mengintegrasikan baterai langsung ke struktur kendaraan melalui teknologi cell-to-body, mengembangkan motor listrik secara internal, serta merancang sel baterai baru yang menyeimbangkan kepadatan energi dan penyaluran daya. Langkah ini membuat EX60 lebih ringan, lebih efisien, dan mampu melaju lebih jauh.
EX60 menjadi mobil Volvo pertama yang diproduksi dengan teknologi mega casting, di mana ratusan komponen kecil digantikan oleh satu cetakan presisi tinggi. Selain menyederhanakan proses produksi, teknologi ini juga mengurangi bobot kendaraan dan berdampak langsung pada peningkatan jarak tempuh.
Kecepatan pengisian daya didukung oleh sistem kelistrikan 800 volt serta perangkat lunak yang dikembangkan sendiri oleh Volvo Cars. Penggunaan material yang lebih ringan dan manajemen panas yang lebih efisien turut mempercepat proses pengisian baterai, bahkan dalam berbagai kondisi cuaca.
Tak ketinggalan, Volvo mengintegrasikan algoritma cerdas dari perusahaan portofolionya, Breathe Battery Technologies, yang memungkinkan baterai terus menyesuaikan pola penerimaan daya agar selalu berada di kondisi kerja optimal.
Dengan komponen bergerak yang lebih sedikit dibanding mobil konvensional, EX60 juga diklaim membutuhkan perawatan yang lebih jarang. Volvo menyebut EX60 sebagai mobil listrik tanpa kompromi, yang dirancang untuk memberikan kebebasan mobilitas penuh di era elektrifikasi.
Peluncuran resmi Volvo EX60 pada Januari 2026 mendatang diperkirakan akan menjadi salah satu momen paling dinantikan di industri otomotif global.
(Anton)




















































