SUARAINDONEWS. COM, Jakarta – Suasana serius mewarnai Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan dan TNI Tahun 2026. Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin melempar pesan tegas namun penuh makna: Indonesia tidak boleh lengah. Seluruh jajaran Kemhan dan TNI diminta menyiapkan diri menghadapi kemungkinan perang berlarut demi menjaga kedaulatan negara.
Pesan itu bukan tanpa alasan. Menhan Sjafrie menilai ancaman terhadap negara kini tak selalu datang dalam bentuk senjata dan serangan terbuka. Tekanan psikologis, perang siber, hingga upaya melemahkan mental bangsa juga menjadi bagian dari ancaman yang harus diantisipasi.
“Ancaman tidak boleh dibiarkan datang, baik secara fisik maupun psikologis,” tegas Sjafrie di hadapan para pimpinan TNI dan jajaran Kemhan.
Menurutnya, kesiapan menghadapi perang berlarut merupakan bagian dari strategi pertahanan defensif aktif. Artinya, Indonesia tidak bersikap agresif, tetapi harus selalu siap melindungi wilayah, rakyat, dan kedaulatan negara dari berbagai skenario terburuk.
Di tengah dinamika geopolitik global yang makin panas dan sulit diprediksi, Menhan menekankan pentingnya kesiapsiagaan menyeluruh. Mulai dari kesiapan prajurit, kekuatan alutsista, sistem komando, hingga ketahanan mental dan psikologis aparat pertahanan.
“Kedaulatan negara adalah harga mati,” menjadi pesan kunci yang disampaikan Sjafrie. Ia menegaskan bahwa kesiapan menghadapi konflik berkepanjangan bukan untuk menebar ketakutan, melainkan bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi rakyatnya.
Rapim Kemhan dan TNI 2026 pun menjadi ajang konsolidasi penting. Selain menyelaraskan kebijakan pertahanan, forum ini juga menjadi pengingat bahwa menjaga keutuhan NKRI bukan hanya soal kekuatan senjata, tetapi juga kesiapan menghadapi ancaman yang kasat mata maupun yang tak terlihat.
(Anton)




















































