SUARAINDONEWS.COM, Jakarta — Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda pemberantasan kemiskinan nasional melalui pelaksanaan Gerak Bakti Sosial 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program pengentasan kemiskinan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Ketua Panitia Gerak Bakti Sosial 2026, Tengku Nurliyana Habsjah Sapuan, menyampaikan bahwa pendekatan bakti sosial kini tidak lagi bersifat karitatif semata, melainkan diarahkan pada pemberdayaan masyarakat agar mampu mandiri secara ekonomi.
“Bakti Sosial yang dilakukan DNIKS bukan sekadar membagikan sembako, tetapi dibarengi semangat pemberdayaan agar masyarakat miskin bisa berdaya dan lepas dari jerat kemiskinan,” ujarnya usai membuka kegiatan di Kantor DNIKS, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan pembukaan turut dihadiri Ketua Umum DNIKS A. Effendy Choirie, Sekjen DNIKS Sudarto, Wakil Ketua Umum DNIKS Rudi Andries, Sekretaris Badan Pakar DNIKS Manimbang Kahariyadi, Wakil Ketua Badan Pakar DNIKS Sapuan dan Rasaharul, Ketua Badan Pengarah DNIKS Fransiscus Welirang, Ketua DNIKS Dya Loretta Kartikasari, Gufron Sakaril, serta perwakilan mitra dan sponsor.
Sejumlah pihak yang mendukung kegiatan ini antara lain PT Agrinas Palma Nusantara, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Bank Syariah Indonesia, Wardah, serta Palang Merah Indonesia (PMI).
Rangkaian Gerak Bakti Sosial 2026 berlangsung sejak 7 hingga 13 Februari 2026, meliputi berbagai kegiatan sosial seperti donor darah, operasi katarak, pengumpulan pakaian layak pakai, pembagian sembako, serta penyaluran alat bantu bagi penyandang disabilitas dan lansia.
Operasi katarak dilaksanakan bekerja sama dengan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) DKI Jakarta pada 7 Februari 2026 di RS Yadika Kebayoran Lama. Selain itu, aksi donor darah yang menggandeng PMI DKI Jakarta berhasil melibatkan 89 pendonor yang telah melalui proses skrining kesehatan secara ketat.
Pada puncak kegiatan, DNIKS bersama para mitra menyerahkan bantuan secara simbolis berupa 10 tongkat ketiak (kruk), 3 tongkat untuk tuna netra, 2 tongkat untuk lansia, serta 5 unit kursi roda kepada para penerima manfaat. Bantuan tersebut disalurkan kepada organisasi dan masyarakat, termasuk Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) dan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia.
Menurut Tengku Nurliyana, DNIKS memiliki delapan kerangka kerja strategis periode 2024–2029 yang disebut Asta Bakti. Salah satu fokus utamanya adalah mendukung pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan sosial melalui pendekatan partisipatif dan pemberdayaan.
“Rangkaian Gerak Bakti Sosial ini lebih menekankan pada peningkatan kapasitas masyarakat agar tidak terus bergantung pada bantuan sosial. Tujuannya adalah membangun kemandirian,” jelasnya.
Sekjen DNIKS Sudarto menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa kemanusiaan, solidaritas, dan kepedulian sosial antarwarga.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa saling menolong, saling peduli, dan memperkuat solidaritas sosial sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.
Dengan pendekatan yang lebih terarah pada pemberdayaan, DNIKS berharap Gerak Bakti Sosial 2026 tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi model gerakan sosial berkelanjutan yang mampu memberikan dampak nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.
(Anton)




















































