SUARAINDONEWS. COM, Nusantara, — Pembangunan rumah ibadah di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan progres signifikan. Salah satu yang kini menjadi sorotan adalah hampir rampungnya Basilika Nusantara Santo Fransiskus Xaverius, yang digadang-gadang akan menjadi basilika pertama di Indonesia sekaligus landmark spiritual di ibu kota baru.
Kehadiran basilika ini bukan sekadar menambah fasilitas peribadatan, tetapi menjadi simbol kuat bahwa pembangunan Nusantara dirancang tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan pemerintahan, melainkan juga pada nilai kemanusiaan, toleransi, dan harmoni antarumat beragama.
Pembangunan basilika dilakukan dengan pendekatan arsitektur modern yang menyatu dengan alam, selaras dengan konsep Nusantara sebagai kota hutan berkelanjutan. Selain digunakan untuk kegiatan liturgi umat Katolik, gereja ini juga dirancang menjadi ruang refleksi, dialog, dan destinasi ziarah religius bagi masyarakat luas.
Keberadaan basilika tersebut merupakan bagian dari kawasan terpadu rumah ibadah yang menghadirkan berbagai fasilitas keagamaan dalam satu lingkungan. Penataan ini mencerminkan semangat kebinekaan Indonesia, di mana keberagaman keyakinan hidup berdampingan secara setara di jantung ibu kota negara.
Pemerintah menilai pembangunan fasilitas keagamaan di Nusantara memiliki peran strategis dalam membangun identitas kota masa depan—sebuah pusat pemerintahan yang tidak hanya modern dan hijau, tetapi juga berakar pada nilai spiritual dan budaya bangsa Indonesia.
Dengan progres konstruksi yang terus dikebut, basilika ini ditargetkan segera dapat difungsikan seiring bertahapnya pemindahan aktivitas ke Nusantara. Kehadirannya diharapkan menjadi penanda bahwa ibu kota baru bukan hanya tempat bekerja, tetapi juga ruang hidup yang utuh—fisik, sosial, dan spiritual.
(Anton)



















































