SUARAINDONEWS.COM, Jakarta — Penguatan infrastruktur konektivitas digital nasional kembali bergerak di awal 2026. Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Rising 8 yang menghubungkan Jakarta–Batam–Singapura resmi mulai digelar. Proyek ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan jaringan telekomunikasi bawah laut serta penguatan konektivitas regional Indonesia.
SKKL Rising 8 digelar oleh PT Jejaring Mitra Persada (JMP), anak usaha PT Triasmitra Tbk, bekerja sama dengan Moratelindo. Proyek ini mencakup rute sepanjang sekitar 1.128,5 kilometer, dengan fokus penggelaran awal pada segmen Jakarta–Batam.
Penggelaran kabel laut dilakukan menggunakan kapal khusus CLV Bentang Bahari, yang dirancang untuk memastikan proses instalasi berjalan aman, presisi, dan sesuai standar teknis internasional. Proyek ini telah mengantongi seluruh perizinan yang dipersyaratkan, termasuk izin lingkungan dan kelautan.
Dari sisi teknologi, SKKL Rising 8 dirancang dengan kapasitas hingga 400 Terabit per detik (Tbps). Sistem ini menggunakan 16 pasang serat optik dengan teknologi transmisi berkecepatan tinggi hingga 800 Gbps per kanal, sehingga mampu memenuhi kebutuhan lalu lintas data internasional yang terus meningkat.
Penggelaran fisik kabel laut dimulai pada awal 2026 dan ditargetkan rampung pada Kuartal I 2026 untuk segmen Jakarta–Batam. Sistem ini direncanakan siap beroperasi atau Ready for Service (RFS) pada April 2026.
Keberadaan SKKL Rising 8 diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan keandalan jaringan internasional Indonesia, menyediakan jalur alternatif untuk menjaga stabilitas konektivitas nasional, serta mendukung pertumbuhan pusat data, layanan cloud, dan ekosistem ekonomi digital.
Selain memperkuat hubungan konektivitas Indonesia–Singapura, proyek ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang penguatan backbone telekomunikasi nasional. Ke depan, pengembangan kabel laut lanjutan direncanakan untuk mendukung pemerataan konektivitas digital di wilayah Indonesia lainnya.
Dengan dimulainya penggelaran SKKL Rising 8, Indonesia menegaskan komitmennya dalam membangun infrastruktur digital yang andal, berdaya saing, dan berkelanjutan di tingkat regional.
(Anton)




















































