SUARAINDONEWS.COM, Bandung — Institut Teknologi Bandung (ITB) menegaskan proses seleksi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026 akan berlangsung sangat ketat, namun tetap memberi peluang lebih luas bagi siswa berprestasi. Pernyataan ini disampaikan Rektor Tatacipta Dirgantara dalam kegiatan Open House Pendidikan ITB 2025 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Sabtu–Minggu (13–14/12/2025).
“Kita hanya menerima sekitar 5.000 orang per tahun. Perjalanan untuk menjadi mahasiswa ITB itu tidak mudah karena persaingan sangat ketat,” ujar Tatacipta.
ITB memperkenalkan jalur baru Seleksi Siswa Unggul (SSU) menggantikan jalur mandiri sebelumnya. Jalur ini dibagi menjadi SSU Tes dan SSU Nontes, menilai calon mahasiswa berdasarkan prestasi akademik maupun nonakademik. Jalur ini juga memberi akses lebih luas bagi siswa dari daerah 3T dan pemegang KIP‑K.
Selain itu, ITB memperluas program International Undergraduate Program (IUP) dengan 27 kelas internasional, memberi kesempatan belajar global dengan pengantar bahasa Inggris dan peluang kolaborasi akademik internasional.
Menurut Tatacipta, perubahan jalur seleksi ini bukan hanya soal tes, tetapi juga memberikan kesempatan bagi talenta unggul dari berbagai latar belakang. “Kami ingin ITB menjadi tempat bagi talenta terbaik Indonesia untuk tumbuh dan berkontribusi bagi bangsa,” tambahnya.
Calon mahasiswa diimbau mempersiapkan diri dengan serius, baik melalui jalur prestasi maupun persiapan tes, karena pendidikan tinggi di ITB menuntut komitmen belajar yang kuat dan kemampuan bersaing tinggi.
Dengan sistem seleksi baru dan kelas internasional yang bertambah, ITB berharap tetap mempertahankan kualitas pendidikan tinggi sekaligus membuka peluang lebih luas bagi generasi muda Indonesia.
(Anton)



















































