SUARAINDONEWS. COM, Jakarta – Beredarnya informasi di ruang publik mengenai keterlibatan perusahaan energi yang disebut memiliki afiliasi dengan Israel dalam sejumlah proyek energi di Indonesia perlu disikapi secara cermat, proporsional, dan berbasis data yang akurat.
Sejumlah pemberitaan media nasional melaporkan bahwa proyek panas bumi di wilayah Maluku Utara dan kawasan timur Indonesia melibatkan perusahaan energi global yang beroperasi melalui anak usaha berbadan hukum Indonesia. Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa keterlibatan perusahaan dilakukan dalam kapasitas investasi, teknologi, dan pengembangan pembangkit energi baru terbarukan sesuai skema kerja sama bisnis internasional.
Pemberitaan yang sama juga menerangkan bahwa perusahaan tersebut merupakan bagian dari jaringan korporasi multinasional yang beroperasi di berbagai negara dan masuk ke Indonesia melalui mekanisme investasi, bukan dalam kerangka hubungan diplomatik antarnegara.
Penting untuk dipahami bahwa kerja sama yang terjadi bersifat business-to-business dalam kerangka investasi global dan tidak mencerminkan hubungan politik luar negeri. Seluruh kegiatan usaha tetap wajib tunduk pada regulasi Indonesia, melalui proses perizinan, pengawasan pemerintah, serta ketentuan pengelolaan sumber daya energi nasional.
Media juga menyoroti bahwa pengembangan panas bumi merupakan bagian dari strategi pemerintah mempercepat bauran energi bersih, mengurangi ketergantungan pada energi fosil, serta mendukung target Net Zero Emission. Investasi asing dinilai masih dibutuhkan terutama pada sektor berteknologi tinggi seperti geothermal yang memerlukan pembiayaan besar dan keahlian khusus.
Di tengah dinamika geopolitik internasional, masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mampu membedakan antara isu politik global dan aktivitas ekonomi yang berada dalam koridor hukum nasional.
Pemerintah dan para pemangku kepentingan memastikan bahwa setiap proyek energi yang berjalan di Indonesia berorientasi pada kepentingan nasional, keberlanjutan lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat di daerah lokasi proyek.
(Anton)



















































