SUARAINDONEWS.COM, Jakarta — Mega-proyek konektivitas baru berpotensi lahir di Pulau Borneo. Pemerintah Malaysia melalui Pemerintah Negeri Sarawak mengungkapkan rencana pengkajian pembangunan jaringan kereta api lintas negara yang akan menghubungkan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam, dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai salah satu simpul utamanya.
Rencana ambisius tersebut disampaikan Menteri Pengangkutan Sarawak, YB Dato Sri Lee Kim Shin, saat melakukan kunjungan kerja ke IKN pada Rabu lalu. Pertemuan itu menjadi momentum kolaborasi strategis lintas negara, mencakup sektor transportasi, pendidikan, kesehatan, hingga kebudayaan.
“Kita berada di pulau yang sama, Borneo. Kami sangat tertarik dengan pembangunan Nusantara, ini adalah masa depan,” ujar Lee Kim Shin dalam siaran pers, Jumat (12/12/2025).
Ia menuturkan bahwa Sarawak secara paralel tengah mengkaji pembangunan jalur kereta api tiga negara: Indonesia–Malaysia–Brunei. “Kami bangga melihat Nusantara akan menjadi pusat perhatian dunia di masa mendatang,” katanya.
Selain kereta api, Sarawak juga tengah mempersiapkan peluncuran maskapai baru Air Borneo, yang ditargetkan membuka rute ke sejumlah kota di Kalimantan, termasuk menuju IKN.
Perluas Kolaborasi: Dari Transportasi, Kesehatan hingga Kebudayaan
Agenda kunjungan juga melibatkan pembahasan peluang kerja sama di sektor lain yang tidak kalah strategis.
1. Kerja Sama Kesehatan
Sarawak membuka peluang kolaborasi dengan rumah sakit di Nusantara, termasuk kemungkinan riset medis bersama serta peningkatan kapasitas layanan kesehatan lintas wilayah.
2. Kolaborasi Budaya Borneo
Dengan kedekatan budaya di wilayah Borneo, Sarawak dan Nusantara melihat peluang pengembangan program budaya bersama. Salah satu yang mencuat adalah potensi penyelenggaraan kompetisi sumpit, serta berbagai program pertukaran budaya yang memperkuat identitas Borneo di tingkat regional.
Rencana pembangunan jalur kereta api antarnegara ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat mobilitas, integrasi ekonomi, dan pariwisata di seluruh wilayah Borneo. Apabila terwujud, proyek ini berpotensi menjadi satu jaringan kereta api lintas negara pertama yang berbasis di Kalimantan dan menjadi simbol baru konektivitas Asia Tenggara.
(Anton)




















































