SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menanggapi polemik posisi Indonesia dalam forum internasional Board of Peace (BoP) yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurut Idrus, keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut tidak perlu diperdebatkan berlebihan selama sikap politik luar negeri Indonesia tetap konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan menolak penjajahan.
Idrus menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam forum internasional seperti BoP harus dipandang sebagai bagian dari strategi politik luar negeri yang berlandaskan prinsip bebas aktif. Dalam pandangannya, pemerintah boleh saja berada di berbagai forum global selama tidak kehilangan arah dan tetap membawa kepentingan nasional serta nilai kemanusiaan.
“Dimanapun posisi pemerintah, termasuk kalau berada di dalam BoP, yang penting sikap politik Indonesia tidak berubah. Indonesia tetap harus berpihak pada perjuangan kemanusiaan, menolak penjajahan, dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” kata Idrus.
Menurutnya, keberadaan Indonesia di forum internasional justru bisa menjadi peluang untuk menyampaikan sikap resmi negara secara langsung kepada berbagai pihak. Karena itu, ia menilai keikutsertaan Indonesia tidak perlu langsung dimaknai sebagai bentuk keberpihakan pada kekuatan tertentu.
Idrus juga menegaskan bahwa pemerintah harus bersikap tegas dalam merespons dinamika geopolitik global, termasuk terkait serangan sepihak yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Dalam konteks tersebut, Indonesia diharapkan tetap konsisten memperjuangkan penyelesaian krisis kemanusiaan di Gaza serta mendukung kemerdekaan Palestina.
Selain membahas isu geopolitik, Idrus turut menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang digelar Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut juga diisi dengan santunan kepada anak yatim serta pemberian bantuan sembako kepada masyarakat sekitar.
Ia menyebut kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari upaya Partai Golkar untuk terus menjaga kedekatan dengan masyarakat, tidak hanya saat momentum pemilu. Menurutnya, komunikasi politik yang baik harus dibangun secara berkelanjutan melalui kehadiran nyata partai di tengah masyarakat.
“Partai politik seharusnya tidak hanya datang ketika menjelang pemilu. Kehadiran partai harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui program-program yang nyata,” ujar Idrus.
Lebih lanjut, Idrus mengajak berbagai pihak untuk melihat kebijakan luar negeri pemerintah secara lebih luas dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Ia menilai langkah pemerintah dalam menghadapi dinamika geopolitik global tetap harus dilihat dalam kerangka kepentingan nasional serta prinsip dasar politik luar negeri Indonesia.
Dengan berbagai dinamika global yang terjadi, Partai Golkar menilai penting bagi Indonesia untuk tetap aktif di forum internasional sekaligus menjaga konsistensi sikap terhadap isu kemanusiaan, termasuk perjuangan rakyat Palestina.
(Anton)



















































