SUARAINDONEWS. COM, Jakarta – Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) menggelar kegiatan Call for Paper dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 dengan tema “Mengukuhkan Demokrasi”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran pengawasan pemilu sekaligus mendorong demokrasi yang berintegritas di Indonesia.
Anggota Bawaslu RI, Dr. Herwyn J. H. Malonda selaku Koordinator Divisi SDM, Organisasi, dan Diklat, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi berbagai kalangan dalam memperkuat ekosistem demokrasi melalui kontribusi pemikiran akademik dan praktis.
Call for Paper tersebut mengangkat tema “Pengawasan Pemilu Berintegritas: Inovasi, Partisipasi, dan Keadilan Elektoral dalam Demokrasi Indonesia”. Bawaslu mengajak masyarakat umum, akademisi, praktisi, komisioner, pengawas pemilu di semua tingkatan, serta Aparatur Sipil Negara di lingkungan Bawaslu untuk berpartisipasi.
Menurut Herwyn, forum ini diharapkan mampu melahirkan ide-ide inovatif berbasis riset yang dapat memperkuat kualitas pengawasan pemilu sekaligus meningkatkan partisipasi publik dalam menjaga demokrasi. “Melalui forum ini, Bawaslu mendorong lahirnya ide-ide segar, inovatif, dan berbasis riset yang dapat memperkuat kualitas pengawasan pemilu serta meningkatkan partisipasi publik dalam menjaga demokrasi,” ujarnya.
Peserta dapat mengikuti kegiatan ini secara gratis dengan melakukan pendaftaran melalui laman resmi cfp.bawaslu.go.id atau melalui QR Code yang disediakan panitia. Proses seleksi dilakukan bertahap, mulai dari pengumpulan abstrak hingga penyusunan naskah lengkap.
Karya terpilih nantinya akan dipublikasikan dalam Jurnal Bawaslu maupun book chapter ber-ISBN sesuai hasil penilaian dan kurasi panitia. Langkah ini merupakan komitmen Bawaslu dalam mendorong penguatan literasi dan produksi pengetahuan di bidang kepemiluan.
Peserta diwajibkan mengirimkan karya orisinal yang belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang diajukan ke forum lain. Setiap peserta hanya dapat mengajukan satu karya sebagai penulis utama, namun tetap dapat menjadi penulis pendamping pada karya lain. Seluruh naskah juga harus mengikuti template resmi dan menjunjung tinggi integritas akademik, termasuk sitasi yang benar serta bebas dari plagiarisme.
Bawaslu juga membuka ruang terbatas penggunaan teknologi kecerdasan buatan sebagai alat bantu, dengan menegaskan bahwa tanggung jawab intelektual tetap berada pada penulis.
Adapun rangkaian kegiatan berlangsung mulai April hingga Agustus 2026, dengan tahapan:
- Pengumpulan abstrak: 9–29 April 2026
- Pengumuman seleksi abstrak dan penetapan luaran: 30 April 2026
- Pengumpulan naskah lengkap: 1–30 Mei 2026
- Proses review dan asistensi: 1 Juni–31 Juli 2026
- Seminar hasil dan pengumuman akhir: 17 Agustus 2026
Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap dapat memperkuat ekosistem pengetahuan kepemiluan serta membangun kolaborasi antara praktisi, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan pengawasan pemilu yang lebih partisipatif, transparan, dan berkeadilan.
Momentum HUT ke-18 Bawaslu diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga refleksi untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengawal demokrasi Indonesia yang semakin matang dan berintegritas.
(Anton)




















































