SUARAINDONEWS.COM, Jakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) boleh tepuk dada. Dengan realisasi anggaran tahun 2024 mencapai 98,13%, lembaga ini sukses membuktikan bahwa “menghabiskan anggaran” tak selalu berarti boros—asal sesuai program dan manfaatnya terasa. Hal ini mendapat apresiasi langsung dari Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Gedung Nusantara I, DPR RI.
“Realisasi anggaran yang tinggi ini menunjukkan komitmen BPS dalam menjalankan tugas dan program strategisnya,” ujar Hetifah. Ia juga mendorong BPS agar tetap mempertahankan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK, dan memperkuat pengawasan internal, supaya performanya makin tajam dan akuntabel. Dalam dunia data, kredibilitas itu segalanya.
Data Jadi Aset, Efisiensi Jadi Kunci
Komisi X juga mengingatkan pentingnya efisiensi dalam mengelola aset negara. Dari gedung kantor hingga laptop petugas sensus, semua harus optimal digunakan. “Kami mendorong agar sistem kerja petugas dan pendataan lapangan terus ditingkatkan efektivitas dan presisinya,” lanjut Hetifah.
Maklum, di era digital seperti sekarang, data adalah new oil. Tapi jangan sampai malah jadi minyak goreng bekas, kalau dikelola asal-asalan. Karena itulah investasi pada kualitas data dan sistem kerja yang efisien menjadi sangat penting—bukan hanya untuk statistik pendidikan atau IPM, tapi juga sebagai basis perencanaan di sektor olahraga, kebudayaan, hingga riset sains dan teknologi.
DPR Siap Kawal, BPS Diharap Makin Lincah dan Lugas
Sebagai Ketua Komisi yang membidangi pendidikan, kebudayaan, riset, dan kepemudaan, Hetifah menegaskan komitmen DPR untuk terus mengawal lembaga strategis seperti BPS.
“Kami ingin memastikan tata kelola yang transparan dan profesional tetap menjadi standar. Karena pada akhirnya, publik-lah yang harus merasakan manfaatnya,” tutup Hetifah.
(Anton)




















































