SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Suasana Halal Bihalal di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026), bukan cuma penuh maaf-maafan, tapi juga diwarnai “pesan serius tapi santai” dari politisi Gerindra ke insan media. Anggota DPR RI, Muhammad Husni, blak-blakan minta wartawan tetap kritis, tapi jangan sampai “kebablasan”.
Dalam forum Diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Halal Bihalal Memperkuat Kebersamaan Wartawan dan Anggota Dewan” yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bareng Biro Pemberitaan DPR RI, Husni mengingatkan media punya peran penting menjaga citra parlemen.
“Media di DPR jangan pernah membakar rumah sendiri,” ucapnya, yang langsung jadi “quote of the day”. Tapi tenang, kritik tetap boleh kok—asal disampaikan secara elegan, bahkan kalau bisa “bisik-bisik” dulu secara pribadi.
Husni juga nggak lupa mengakui, popularitasnya sebagai anggota dewan nggak lepas dari peran media. Ia menyebut pemberitaan yang positif ikut mengangkat namanya, terutama di daerah pemilihannya seperti Aceh dan Sumatera Utara. Jadi, hubungan DPR dan wartawan ini ibarat “teman tapi butuh”—saling menguatkan.
Menariknya, Husni juga sempat menyinggung dunia pendidikan. Ia mendorong generasi muda, termasuk wartawan, untuk lanjut kuliah hingga S2 bahkan S3. Jadi, bukan cuma update berita, tapi juga upgrade gelar!
Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI, Husni menyebut komisinya sering dijuluki “komisi air mata” karena fokus pada isu kemanusiaan, mulai dari bencana hingga bantuan sosial. “Kami hadir di tengah masyarakat,” ujarnya, dengan nada penuh empati.
Sementara itu, suasana makin cair saat Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, ikut angkat bicara. Ia menekankan pentingnya kolaborasi DPR dan media agar informasi yang sampai ke masyarakat nggak setengah-setengah.
“Kita bukan cuma menyampaikan informasi, tapi juga memastikan masyarakat paham utuh tanpa distorsi,” kata Kawendra.
Ia juga memberikan “kode keras” bahwa kolaborasi antara DPR, mitra kerja, dan wartawan harus terus diperluas. Bahkan, ia membuka pintu lebar-lebar untuk kerja sama yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.
Acara ini juga dihadiri berbagai mitra, termasuk dari sektor perbankan dan organisasi wartawan. Ketua Umum KWP, Ariawan, turut mendapat apresiasi atas perannya menjaga “chemistry” antara parlemen dan media tetap solid.
Menutup acara, pesan yang terasa jelas: hubungan DPR dan wartawan bukan cuma soal berita, tapi juga soal kepercayaan dan kolaborasi. Kritik tetap jalan, tapi sinergi jangan sampai hilang.
Halal Bihalal kali ini pun jadi bukti—di balik suasana santai penuh canda, ada obrolan serius tentang masa depan komunikasi publik di negeri ini.
(Anton)




















































