SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Dunia keuangan lagi geger nih! Baru aja kemarin, Kamis (3/3/2025), bursa saham di seluruh dunia pada ambruk. Wall Street, pasar saham terbesar di dunia, bahkan mencatat penurunan terburuk sejak awal pandemi Covid-19 tahun 2020!
Kenapa Bisa Separah Ini?
Ternyata, penyebabnya adalah kebijakan tarif baru yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS). Beliau menetapkan tarif dasar 10 persen untuk barang impor dari 180 negara! Nggak cuma itu, negara yang membalas dengan tarif lebih tinggi ke AS, bakal kena tarif yang lebih gede lagi. Kebijakan ini bikin khawatir banyak pihak, karena bisa memicu perang dagang global dan bikin ekonomi dunia masuk jurang resesi.
Wall Street Jeblok, Perusahaan Raksasa Ikut Tumbang!
Di AS, indeks S&P 500 anjlok 4,84 persen, Dow Jones Industrial Average turun 3,98 persen, dan Nasdaq Composite merosot 5,97 persen. Ini adalah penurunan harian terburuk sejak Juni 2020!
Perusahaan-perusahaan besar kayak Nike dan Apple juga kena imbasnya. Saham Nike turun 14 persen, sementara Apple anjlok 9 persen. Perusahaan ritel kayak Five Below, Dollar Tree, dan Gap juga mengalami penurunan drastis. Bahkan, saham perusahaan teknologi seperti Nvidia dan Tesla juga ikut-ikutan turun.
“Ini adalah skenario terburuk untuk tarif dan [hal ini] belum diperhitungkan pelaku pasar, itulah mengapa kita melihat reaksi penghindaran risiko yang begitu besar,” kata Mary Ann Bartels, Kepala Strategi Investasi di Sanctuary Wealth, kepada CNBC International.
Kata Presiden Trump, Ini “Operasi” Biar Pasar Kembali Sehat!
Presiden Trump sendiri bilang, penurunan pasar ini kayak “operasi” buat bikin pasar kembali sehat. Beliau yakin, setelah ini, pasar saham bakal melonjak dan negara-negara lain bakal ngajak AS bikin kesepakatan.
“Pasar akan melonjak. Saham akan melonjak. Negara akan melonjak. Dan seluruh dunia ingin melihat apakah ada cara mereka bisa membuat kesepakatan,” kata Trump dikutip dari CNBC International.
Tapi, banyak analis yang khawatir kalau kebijakan tarif ini bakal berdampak jangka panjang dan bikin ekonomi dunia makin nggak stabil.
**Bursa Saham Eropa dan Asia Juga Ikut Terjun Bebas! **
Nggak cuma di AS, bursa saham di Eropa dan Asia juga pada merah merona. Indeks Stoxx Europe 600 anjlok 2,6 persen, CAC 40 Prancis turun 3,3 persen, DAX Jerman melemah 3 persen, dan OMXC25 Denmark jatuh 2,4 persen. Di Asia, bursa saham Jepang Nikkei jeblok 2,8 persen.
Yang paling parah, bursa saham Vietnam ambruk karena negara ini kena tarif tertinggi, yaitu 46 persen! Vietnam adalah salah satu pusat produksi pakaian dunia, jadi kebijakan ini bakal berdampak besar banget buat ekonomi mereka.
“Amerika Serikat adalah pasar ekspor terbesar bagi Vietnam, menyumbang hingga 30% dari total nilai ekspor negara ini. Tarif 46% akan berdampak besar pada ekonomi domestic. Dampak ini bisa berlangsung lama kecuali Vietnam berhasil bernegosiasi untuk menurunkan tarif tersebut,” tutur Luu Chi Khang, Direktur Pusat Riset di CSI Securities, kepada Vietnam net.
Apa yang Bakal Terjadi Selanjutnya?
Para ekonom di JPMorgan memperkirakan, kalau tarif ini tetap berlaku dan nggak dinegosiasikan, kemungkinan besar dunia bakal masuk resesi. Investor pun pada beralih ke obligasi buat cari “aman”.
Kita sebagai anak muda, harus tetap update sama perkembangan ekonomi dunia dan siap-siap menghadapi kemungkinan terburuk. Semoga aja, para pemimpin dunia bisa segera menemukan solusi terbaik buat mengatasi masalah ini.
(Anton)