SUARAINDONEWS.COM, Jakarta — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) di Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia menggelar peringatan Nuzulul Quran sekaligus santunan bagi anak yatim di Selasar Nusantara 5 Gedung MPR RI, Jakarta, Senin (10/3).
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah anggota FPKB MPR RI, penceramah KH Yusuf Khudori, Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah, anak-anak yatim, serta para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang turut meramaikan bazar di lokasi acara.
Ketua FPKB MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz mengatakan bulan Ramadan merupakan bulan yang istimewa bagi umat Islam karena menjadi momentum turunnya Al-Quran sebagai pedoman hidup.
Menurut dia, Al-Quran menjadi sumber utama bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam membedakan mana yang baik untuk dilakukan dan mana yang harus dihindari.
“Melalui Al-Quran, umat Islam memiliki arah yang jelas dalam menjalani kehidupan di dunia, sehingga kelak kehidupan setelah ruh meninggalkan jasad juga memiliki tujuan yang jelas,” kata Neng Eem dalam sambutannya.
Ia juga menyoroti situasi global yang dinilainya tengah diwarnai berbagai konflik dan peperangan di sejumlah negara. Dalam kondisi tersebut, ia menilai bangsa Indonesia perlu terus memperkuat persatuan dan kesatuan.
Menurut dia, semakin kokoh persatuan suatu bangsa, maka semakin besar pula kekuatan bangsa tersebut dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan di tengah masyarakat yang beragam.
Neng Eem menambahkan, bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang kuat, tetapi juga mampu menjadi pelopor perdamaian. Hal itu, kata dia, sejalan dengan konstitusi Indonesia yang menegaskan penghormatan terhadap kemerdekaan dan kedaulatan bangsa lain.
“Sebagai bangsa, kita akan semakin kuat dengan tetap mengakui keberadaan dan kedaulatan bangsa lain, bukan meniadakannya,” ujarnya.
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah juga menekankan pentingnya peringatan Nuzulul Quran dan kegiatan santunan anak yatim sebagai upaya mempererat hubungan antarsesama.
Menurut dia, kegiatan semacam ini dapat memperkuat nilai persatuan dan kesatuan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Melalui kegiatan ini, kita diingatkan kembali bahwa kepedulian sosial dan kebersamaan harus terus dijaga agar nilai-nilai persatuan benar-benar dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Siti Fauziah.
(Anton)




















































