SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Kalender tahun 2026 menghadirkan momen yang sarat makna kebersamaan lintas iman. Pada Rabu, 18 Februari 2026, warga Muhammadiyah memulai 1 Ramadan 1447 Hijriah, sementara pada hari yang sama umat Kristiani merayakan Rabu Abu sebagai awal Masa Prapaskah.
Penetapan 1 Ramadan 1447 H oleh Muhammadiyah telah diumumkan melalui metode hisab hakiki yang menjadi pedoman resmi organisasi tersebut. Sementara itu, Rabu Abu dalam tradisi Gereja menandai dimulainya 40 hari Masa Prapaskah menjelang Hari Raya Paskah, yang menjadi masa refleksi, pertobatan, doa, serta praktik puasa dan pantang.
Momentum berbarengan ini menjadi simbol harmoni spiritual di tengah keberagaman Indonesia. Meski dijalankan dengan tata cara dan tradisi berbeda, esensi kedua ibadah tersebut memiliki titik temu yang kuat: menahan diri, membersihkan hati, memperdalam relasi dengan Tuhan, serta memperkuat kepedulian sosial.
Ramadan bagi umat Islam merupakan bulan suci yang diisi dengan puasa wajib, peningkatan ibadah, serta penguatan solidaritas sosial. Sementara bagi umat Kristiani, Masa Prapaskah diawali dengan penerimaan tanda abu di dahi sebagai simbol pertobatan dan komitmen memperbarui hidup dalam iman.
Kesamaan tanggal ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai spiritual seperti pengendalian diri, kedamaian, dan kasih sayang bersifat universal. Dalam konteks kehidupan berbangsa, momen ini memperlihatkan wajah Indonesia sebagai rumah besar yang menaungi keberagaman keyakinan dalam semangat toleransi.
Semoga dimulainya Ramadan 1447 H dan Masa Prapaskah 2026 secara bersamaan ini membawa kedamaian, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat saling menghormati di tengah masyarakat.
Selamat menyambut bulan suci Ramadan bagi warga Muhammadiyah dan selamat memasuki Masa Prapaskah bagi umat Kristiani. Damai menyertai kita semua.
(Anton)




















































