SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Pemerintah diminta memperbaiki cara penyaluran subsidi gas elpiji 3 kilogram agar benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak. Hal ini disampaikan Ketua Badan Anggaran DPR RI dari PDI Perjuangan, Said Abdullah.
Ia menegaskan, yang perlu dibenahi adalah penyaluran subsidi, bukan malah mengurangi subsidi BBM seperti yang sempat diusulkan oleh Jusuf Kalla.
“Kalau subsidi BBM dikurangi kami tidak setuju. Yang penting itu gas 3 kg harus tepat sasaran,” kata Said di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Masalahnya: Banyak yang Tidak Berhak Ikut Pakai
Selama ini, gas elpiji 3 kg yang seharusnya untuk masyarakat kecil justru sering dipakai oleh orang yang mampu. Akibatnya:
- Orang yang benar-benar butuh jadi sulit dapat
- Harga di lapangan bisa naik
- Subsidi jadi boros
Karena itu, DPR menilai sistem yang sekarang masih lemah.
Solusinya: Pakai Sidik Jari atau Retina
Untuk mencegah salah sasaran, Said mengusulkan penggunaan teknologi sidik jari atau retina mata saat membeli gas subsidi.
Tujuannya:
- Biar hanya orang yang berhak yang bisa membeli
- Mencegah orang beli berkali-kali
- Menghindari penimbunan
“Tidak cukup hanya pakai data. Harus ada verifikasi seperti sidik jari atau retina,” jelasnya.
Tapi Dinilai Terlalu Ribet dan Mahal
Namun, usulan ini tidak sepenuhnya disetujui. Sejumlah pakar menilai cara ini akan sulit diterapkan.
Kenapa?
- Ada sekitar 3,9 juta warung penjual gas
- Harus pakai alat khusus (mahal)
- Tidak semua daerah punya fasilitas lengkap
Kalau dipaksakan, biaya yang keluar bisa sangat besar.
Alternatif Lebih Sederhana: Pakai KTP dan QR Code
Sebagai gantinya, para ahli menyarankan cara yang lebih mudah:
- Gunakan NIK (Nomor KTP)
- Data disambungkan dengan data bantuan sosial
- Pembelian pakai QR code
Caranya cukup sederhana:
- Pembeli menunjukkan data (KTP/QR)
- Penjual cukup pakai HP biasa
Lebih murah dan bisa langsung diterapkan di banyak tempat.
Intinya untuk Masyarakat
- Subsidi gas 3 kg tidak akan dihapus, tapi mau diperbaiki
- Pemerintah ingin yang dapat benar-benar orang yang berhak
- Ada usulan pakai sidik jari, tapi masih diperdebatkan
- Alternatifnya pakai sistem KTP dan QR code yang lebih mudah
Dengan perbaikan ini, diharapkan ke depan:
gas subsidi tidak lagi salah sasaran, harga lebih stabil, dan masyarakat kecil lebih mudah mendapatkannya.
(Anton)



















































