SUARAINDONEWS. COM, Jakarta — Nama Thomas Djiwandono langsung bikin pasar “bergetar”.
Baru saja Wakil Menteri Keuangan itu dinyatakan lolos dan terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), rupiah langsung merespons positif.
Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun secara terbuka mengaitkan penguatan rupiah dengan momen terpilihnya Thomas. Ia bahkan menyebut, penguatan terjadi tepat saat hasil fit and proper test diumumkan.
“Alhamdulillah rupiah menguat saat Thomas terpilih,” ujar Misbakhun, Senin (26/1/2026).
Data pasar menunjukkan mata uang Garuda ditutup di level Rp16.770 per dolar AS atau menguat sekitar 0,24 persen. Penguatan ini sekaligus memperpanjang tren positif rupiah yang telah berlangsung empat hari berturut-turut.
Komisi XI DPR RI menyepakati pemilihan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026–2030 melalui mekanisme musyawarah mufakat. Keputusan tersebut akan dibawa ke rapat paripurna DPR untuk disahkan.
Misbakhun menilai, pengalaman panjang Thomas di bidang fiskal menjadi nilai tambah besar bagi Bank Indonesia. Menurutnya, kombinasi latar belakang fiskal Thomas dengan kekuatan moneter BI akan memperkuat sinergi kebijakan ekonomi nasional.
“Ini akan memperkokoh koordinasi moneter dan fiskal,” kata Misbakhun.
Tak hanya di parlemen, pasar keuangan pun disebut menyambut positif kehadiran Thomas di jajaran Dewan Gubernur BI. Investor melihat penunjukan ini sebagai sinyal stabilitas kebijakan dan kesinambungan arah ekonomi pemerintah.
Singkatnya, satu nama, satu keputusan, dan rupiah langsung “tersenyum”.
Thomas Djiwandono pun resmi masuk jajaran elite bank sentral di tengah ekspektasi besar menjaga stabilitas rupiah dan ekonomi nasional.
(Anton)




















































