SUARAINDONEWS.COM, London — Pengusaha properti ternama Inggris, Asif Aziz, kembali menjadi sorotan publik internasional setelah kisah inspiratifnya ramai diperbincangkan media. Dijuluki “Mr. West End” atas kepemilikan propertinya yang luas di pusat Kota London, Aziz mengambil langkah besar yang sarat makna: mengalihfungsikan bagian gedung ikonik London Trocadero menjadi masjid dan pusat komunitas Muslim.
Kisah ini bermula dari pengalaman pribadi ketika Aziz dilaporkan sempat tidak diizinkan menunaikan salat di sebuah hotel di London. Alih-alih menjadikannya polemik berkepanjangan, ia merespons dengan tindakan nyata — menghadirkan ruang ibadah representatif di kawasan yang selama ini minim fasilitas bagi komunitas Muslim.
Melalui proposal yang diajukan ke Westminster City Council, Aziz merancang pembangunan masjid tiga lantai berkapasitas sekitar 390 jemaah, lengkap dengan fasilitas pusat komunitas. Setelah melalui proses revisi dan dialog dengan berbagai pihak, proyek tersebut akhirnya memperoleh persetujuan resmi.
Masjid yang dikenal sebagai “Piccadilly Prayer Space” ini diharapkan menjadi ruang ibadah yang inklusif bagi pekerja, wisatawan, dan warga Muslim di pusat kota London. Selain fungsi religius, fasilitas ini juga dirancang untuk mendorong dialog antaragama dan memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman kota metropolitan.
Proyek ini memang sempat memunculkan perdebatan publik, khususnya terkait skala awal pembangunan. Namun pendekatan dialogis dan penyesuaian desain akhirnya membuka jalan menuju solusi yang diterima berbagai pihak.
Langkah Asif Aziz dinilai banyak kalangan sebagai simbol keteguhan dalam menjalankan keyakinan sekaligus komitmen terhadap kontribusi sosial. Dari pengalaman penolakan, lahir inisiatif yang memberi dampak lebih luas bagi komunitas.
(Anton)



















































