SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – China kembali bikin gebrakan. Negara ini sekarang mulai memproduksi robot humanoid (robot mirip manusia) dalam jumlah besar, bahkan bisa tembus sampai 10.000 unit per tahun.
Pabrik canggih ini mulai beroperasi pada 29 Maret 2026 di wilayah Guangdong. Proyek ini digarap bareng oleh Leju Robotics dan Dongfang Precision Science and Technology. Yang bikin melongo, satu robot bisa selesai dibuat cuma sekitar 30 menit saja.
Semua proses di pabrik ini sudah pakai sistem otomatis dan digital. Ada 24 tahap perakitan dan 77 kali pengecekan kualitas supaya robot yang dihasilkan benar-benar siap dipakai. Hasilnya, produksi jadi jauh lebih cepat, bahkan efisiensinya naik sampai 50 persen dibanding cara lama.
Artinya, robot yang dulu cuma dibuat sedikit untuk uji coba, sekarang sudah masuk tahap produksi massal. China juga makin serius bersaing di industri robot dunia, satu jalur dengan perusahaan seperti Unitree Robotics, Agibot, dan UBTECH.
Robot-robot ini nantinya ditargetkan bisa dipakai di banyak bidang, mulai dari kerja di pabrik, bantu logistik, layanan publik, sampai kemungkinan masuk ke rumah tangga.
Tapi meski bentuk dan mesin robot sudah makin canggih, tantangan terbesarnya justru ada di “otaknya”. Robot masih harus dilatih supaya bisa ngerti perintah manusia, bergerak aman, dan beradaptasi di dunia nyata. Jadi bukan cuma bisa jalan atau angkat barang, tapi juga harus benar-benar “pintar”.
Dengan produksi besar-besaran seperti ini, harga robot ke depan bisa makin murah dan penggunaannya makin luas. Dunia kerja juga diprediksi ikut berubah karena kehadiran robot humanoid.
Intinya, China sekarang bukan lagi sekadar uji coba robot, tapi sudah masuk tahap produksi massal. Kalau teknologi kecerdasan buatannya makin matang, robot bukan cuma jadi tontonan, tapi bisa benar-benar jadi rekan kerja manusia di masa depan.
(Anton)



















































