SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Tren nama anak boleh saja berubah-ubah, dari yang berbau Korea, Barat, hingga nama yang terdengar seperti karakter drama streaming. Namun data resmi pemerintah justru menunjukkan fakta yang cukup “menampar tren”.
Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) merilis data nama paling populer di Indonesia berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II 2025. Hasilnya cukup mengejutkan: nama-nama yang sering dianggap “klasik” ternyata masih menjadi raja di berbagai wilayah.
Di wilayah Sumatra, nama Junaidi tercatat sebagai nama laki-laki paling populer dengan jumlah 45.217 orang. Sementara untuk perempuan, nama Nurhayati menempati posisi pertama dengan 84.350 orang.
Sementara itu di Pulau Jawa, nama Sutrisno menjadi yang paling banyak digunakan untuk laki-laki dengan 103.903 orang. Untuk perempuan, Sulastri memimpin dengan 137.708 orang.
Fenomena serupa juga terlihat di Sulawesi. Nama Sudirman menjadi nama laki-laki paling populer dengan 19.356 orang, sedangkan Nurhayati kembali muncul sebagai nama perempuan paling banyak dipakai dengan 23.879 orang.
Data ini menunjukkan bahwa di tengah tren nama modern yang semakin beragam—mulai dari yang terdengar internasional hingga super unik—nama-nama klasik Indonesia ternyata masih bertahan kuat dan bahkan mendominasi.
Singkatnya, meski media sosial dipenuhi nama-nama seperti Kayden, Aiden, atau bahkan nama yang terdengar seperti karakter anime, di dunia nyata Indonesia masih setia pada nama-nama legendaris seperti Junaidi, Sutrisno, Sudirman, Sulastri, dan Nurhayati.
Bisa dibilang, tren boleh berubah, tapi nama klasik tetap punya “kursi VIP” di hati masyarakat Indonesia. Bahkan mungkin, kalau dikumpulkan dalam satu stadion, para pemilik nama Nurhayati saja sudah bisa bikin konser sendiri.
(Anton)




















































