SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas resmi memperkenalkan Sapi Merah Putih, sebuah terobosan inovatif yang dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Program ini berfokus pada peningkatan kualitas genetik sapi perah lokal yang sudah lama beradaptasi dengan iklim tropis dan pola pemeliharaan rakyat.
Sapi Merah Putih dikembangkan berbasis Indonesia Genomic Breeding Value (IGBV), sebuah sistem penilaian genetik pertama di Indonesia yang menggunakan DNA sebagai dasar seleksi bibit. IGBV memungkinkan seleksi dilakukan sejak dini pada pedet, sehingga perbaikan kualitas genetik bisa lebih cepat, akurat, dan efisien.
“Hasil dari sistem IGBV ini nantinya menjadi standar nasional bibit sapi perah. Dengan begitu, kita punya data genetik yang jelas, obyektif, dan bisa dijadikan dasar dalam program pemuliaan maupun distribusi bibit unggul,” jelas Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas, Teni Wuriyanti, dalam Media Briefing di Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Untuk mewujudkan program ini, Bappenas menggandeng PT Moosa Genetika Farmindo dan Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai mitra strategis.
Dukung Swasembada dan Program Makan Bergizi Gratis
Teni menegaskan, Sapi Merah Putih adalah tindak lanjut dari peran Bappenas sebagai enabler kementerian dalam mendorong inovasi, khususnya di bidang pangan. Program ini juga masuk ke dalam agenda prioritas pembangunan jangka menengah 2025–2029 yang mengacu pada visi misi Presiden.
“Pengembangan sapi perah ini diharapkan bisa mendukung swasembada pangan sekaligus memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini sedang digalakkan pemerintah,” ujar Teni.
Lebih jauh, ia menyebut program ini sangat strategis karena bukan hanya memperbaiki kualitas genetik sapi lokal melalui bioteknologi molekuler, tapi juga mendukung ketersediaan pangan hewani, terutama susu sapi, untuk masyarakat.
“Ini terobosan penting untuk masa depan ketahanan pangan Indonesia,” tutupnya.
(Anton)