SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Pemerintah mengambil langkah tegas untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global, khususnya kenaikan harga energi dan komoditas. Fokus utama diarahkan pada penguatan fiskal, efisiensi belanja negara, serta strategi antisipatif lintas sektor.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di bawah 3 persen melalui efisiensi belanja di seluruh kementerian dan lembaga.
“Efisiensi dilakukan secara menyeluruh agar defisit tetap terkendali sesuai arahan pemerintah,” ujar Airlangga usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Di sektor energi dan komoditas, pemerintah menyiapkan langkah antisipatif untuk meredam dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Salah satunya melalui peningkatan produksi batu bara dengan penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), serta kajian ulang kebijakan pajak ekspor guna mengoptimalkan penerimaan negara.
Langkah strategis juga dilakukan melalui percepatan transisi energi. Pemerintah mendorong konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai upaya menekan biaya energi di tengah tingginya harga minyak global. Penugasan ini diberikan kepada Badan Pengelola Investasi Danantara untuk segera direalisasikan.
Selain itu, pemerintah membuka opsi kebijakan efisiensi baru melalui penerapan skema Work From Home (WFH) satu hari dalam lima hari kerja. Kebijakan ini dinilai mampu menekan konsumsi bahan bakar secara signifikan, sekaligus meningkatkan efisiensi biaya operasional.
“Penghematan dari mobilitas, terutama penggunaan bahan bakar, bisa signifikan, sekitar seperlima dari konsumsi normal,” jelas Airlangga.
Pemerintah saat ini tengah mematangkan aspek teknis implementasi kebijakan tersebut, dengan target penerapan pasca Hari Raya Idul Fitri 2026. Skema ini diharapkan tidak hanya berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga dapat diadopsi oleh sektor swasta dan pemerintah daerah.
Dengan kombinasi kebijakan fiskal disiplin, optimalisasi sumber daya, serta efisiensi energi dan mobilitas, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang menuju kemandirian energi dan penguatan ketahanan ekonomi Indonesia.
(Anton)




















































