SUARAINDONEWS.COM, Klaten – Suasana meriah tampak di Desa Demak Ijo, Kecamatan Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah. Ratusan warga tumpah ruah ke Embung Cueran untuk mengikuti tradisi tahunan yang dikenal dengan nama Buka Tetek.
Tradisi unik ini digelar setahun sekali bertepatan dengan pengurasan embung. Saat pintu air atau tetek dibuka, air embung menyusut dan warga beramai-ramai masuk untuk menangkap ikan. Suasana riuh penuh tawa membuat acara ini selalu ditunggu-tunggu.
Peserta hanya diperbolehkan membawa satu alat tangkap sederhana. Ada yang membawa jaring, ada yang cukup menggunakan sarung, bahkan kaus pun dijadikan alat. Ikan yang diperebutkan beragam, mulai dari lele, nila, hingga kutuk. Tahun ini, panitia menebar sekitar 200 kilogram ikan khusus untuk acara ini. Tahun sebelumnya, jumlah benih ikan yang dilepas bahkan mencapai 15.000 ekor.
Kepala Desa Demak Ijo, Ery Karyatno, menjelaskan bahwa tradisi ini bukan hanya ajang hiburan warga, tetapi juga cara meningkatkan kesadaran masyarakat untuk gemar makan ikan. “Selain seru, warga bisa membawa pulang ikan hasil tangkapan untuk dimasak bersama keluarga,” ujarnya.
Embung Cueran sendiri memiliki luas sekitar 2.000 meter persegi dengan kedalaman hingga 3 meter. Embung ini bersumber dari mata air Umbul Cueran yang mengairi sekitar 70 hektare sawah di desa tersebut.
Tradisi Buka Tetek tahun ini juga menjadi bagian dari rangkaian acara Gelar Budaya Desa Demak Ijo 2025. Selain menjaga kearifan lokal, kegiatan ini sekaligus mempererat kebersamaan warga.
(Anton)




















































