SUARAINDONEWS. COM, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan komitmennya dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui prinsip Build Back Better – membangun kemabli dengan lebih baik, lebih kuat, dan lebih tangguh.
Hal tersebut disampaikan Menteri PU Dody Hanggodo dalam Press Conference Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera yang digelar di Kementerian Dalam Negeri, Rabu (11/2). Kegiatan ini turut dihadiri juga oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Pelaksana Satgas, Sekretaris Kabinet, serta jajaran kementerian/lembaga terkait.
Menteri Dody menyampaikan bahwa perkembangan penanganan pascabencana dilaksanakan sesuai arahan Presiden dan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.
*Sektor Air dan irigasi*
“Pada sektor Air Baku dan Air Bersih progres penanganan telah mencapai rata-rata 72,7%. 2 embung terdampak telah 100% ditangani dan dari 176 SPAM terdampak, 153 di antaranya telah fungsional. Di samping itu, 34 dari 209 sumur bor dalam telah ditangani, dan 15 dari 17 sumur bor dangkal juga telah selesai. Sementara itu, progres penanganan pada sektor Irigasi, Rawa, dan Sungai di tingkat pusat mencapai rata-rata 54,2%, dan di tingkat daerah mencapai 24,5%,” ujar Menteri Dody.
Selain itu, dari total 38 muara terdampak, progres rata-rata penanganan mencapai 35,5%.
“Sebagaimana arahan Presiden, Penanganan muara menjadi prioritas langsung dalam percepatan normalisasi aliran sungai karena merupakan titik kendali utama yang menentukan kelancaran aliran sungai dari hulu hingga hilir. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan target penyelesaian paling lambat Oktober 2027,” jelas Menteri Dody.
*Konektivitas Jalan dan Jembatan*
Pada sektor konektivitas, seluruh ruas jalan dan jembatan nasional terdampak telah kembali berfungsi.
“Sebanyak 99 ruas jalan nasional dan 34 jembatan nasional yang terdampak kini telah 100% fungsional. Di tingkat daerah, 93% ruas jalan dan 87% jembatan terdampak juga sudah dapat digunakan kembali,” tambah Menteri Dody.
*Hunian dan Fasilitas Umum*
Pada sektor Sanitasi dan Persampahan, progres penanganan telah mencapai 100%, termasuk 15 TPA dan 12 IPLT terdampak yang seluruhnya telah ditangani.
Sementara itu, pada sektor Rumah Hunian dan Fasilitas Umum, progres rata-rata mencapai 66%, meningkat 25% dibanding akhir Januari 2026. Pembangunan hunian ditargetkan selesai pada 28 Februari 2026 dengan total 1.301 kepala keluarga tertangani di 13 lokasi.
*Dukungan Personel dan Padat Karya*
Dalam mendukung percepatan pemulihan, Kementerian PU telah mengerahkan 1.599 personel dan 1.807 unit alat berat.
Pada 2025, program Padat Karya Tunai (PKT) melibatkan 47.510 tenaga kerja. Pada 2026, direncanakan melibatkan 44.931 tenaga kerja sebagai bagian dari penguatan pemulihan berbasis masyarakat.
*Komitmen Anggaran Jangka Menengah*
Indikasi kebutuhan anggaran penanganan bencana 2025–2029 mencapai Rp73,98 triliun, terdiri dari Tanggap Darurat Rp4,87 triliun dan Rehabilitasi & Rekonstruksi Rp69,10 triliun, dengan fokus penguatan rehabilitasi dan rekonstruksi jangka menengah-panjang melalui prinsip Build Back Better.
Menko PMK Pratikno menyampaikan bahwa pemerintah telah membentuk Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.
“Telah terbit Inpres Nomor 18 Tahun 2026 yang semakin mengakselerasi penanganan bencana di tiga provinsi di Sumatera secara cepat dan adaptif. Secara umum, infrastruktur utama sudah berfungsi, pelayanan masyarakat telah berjalan, jaringan komunikasi sepenuhnya normal, dan proses rehab rekon terus berjalan dengan komitmen membangun lebih baik, lebih kuat, dan lebih kokoh untuk mencegah serta menghadapi potensi bencana ke depan,” tegasnya.
Sekretaris Kabinet Teddy menyampaikan bahwa Presiden terus memantau perkembangan pemulihan di daerah terdampak dan meminta agar Satgas serta para menteri dan pejabat terkait rutin menyampaikan pembaruan kepada publik.
“Kita memasuki dua bulan pascabencana dan fakta di lapangan menunjukkan hasil yang sangat cepat dan konkret. Dalam dua bulan telah dibangun 5.500 unit rumah hunian, dengan 1.500 unit selesai pada bulan pertama. Sebanyak 98 jembatan telah diperbaiki dan 99 ruas jalan nasional sudah dapat dilalui,” ujar Seskab Teddy.
Pemerintah optimistis, dengan sinergi seluruh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, TNI/Polri, dan masyarakat, proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera dapat diselesaikan secara cepat, adaptif, dan berkelanjutan.
(Anton)



















































