SUARAINDONEWS.COM, Depok, Jawa Barat – Kawasan Gandul di Depok menyimpan kisah unik yang menggabungkan sejarah energi, spekulasi properti, dan budaya lokal. Pada 1973, survei Pertamina mendeteksi kandungan minyak dan gas bumi di wilayah ini, yang saat itu masih bagian dari Kabupaten Bogor. Rencana pengeboran seluas 20 hektare langsung membuat harga tanah meroket, dari Rp500 menjadi Rp2.000 per meter persegi, akibat permainan calo tanah, menjadikan kawasan ini pusat perhatian nasional.
Meski pembelian lahan berhasil dirampungkan, eksplorasi lanjutan justru mengecewakan. Volume minyak yang ditemukan terlalu kecil dan tidak ekonomis, sehingga proyek dihentikan. Lahan yang telah dibebaskan kemudian dialihfungsikan menjadi kompleks perumahan pegawai Pertamina.
Hingga kini, jejak sumur minyak tersebut masih terlihat dan dikenal warga setempat sebagai “Banyu Mudal”. Tanahnya masih mengeluarkan buih, minyak, serta aroma belerang yang khas. Situs ini kini menjadi daya tarik unik: sebagian masyarakat mempercayainya sebagai lokasi pengobatan alternatif atau tempat memohon keberuntungan dan jodoh.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana satu wilayah bisa menyimpan sejarah industri, dinamika ekonomi, sekaligus budaya lokal yang terus hidup hingga kini.
(Anton)



















































