SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lagi-lagi jadi bahan omongan. Kali ini bukan soal makanannya, tapi motor listrik operasionalnya yang harganya tembus Rp50 jutaan.
Katanya sih buat bantu kerja lapangan. Tapi netizen langsung mikir, ini buat kerja beneran atau sekalian “biar kelihatan wah”?
Pemerintah lewat Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya buka suara. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan kalau motor ini memang disiapkan untuk operasional petugas di lapangan, khususnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Pengadaan motor ini masuk anggaran 2025 untuk mendukung operasional,” jelasnya.
Sempat viral katanya mau beli sampai 70 ribu unit. Kedengarannya langsung bikin dompet negara ikut merinding.
Tapi kata BGN, angka itu nggak benar. Realisasinya sekitar 21 ribuan unit dari rencana 25 ribu unit.
Dan yang bikin makin plot twist, motor ini juga belum dipakai. Masih nunggu proses administrasi dulu sebagai Barang Milik Negara. Jadi kalau ada yang nanya “mana motornya?”, jawabannya: masih ngantri berkas.
Motor yang dipakai adalah tipe Emmo JVX GT. Secara tampilan, ini bukan motor listrik kecil buat ngopi santai. Bentuknya malah mirip motor trail, siap diajak masuk jalan rusak.
Speknya juga lumayan bikin melongo:
- Tenaga 7.000 watt, setara motor bensin 125–150 cc
- Kecepatan bisa sampai 80–85 km/jam
- Jarak tempuh sekitar 70 km, bisa sampai 140 km kalau pakai dua baterai
- Ground clearance tinggi 320 mm, siap hajar jalan bolong-bolong
Intinya, ini motor bukan buat gaya di kafe. Lebih cocok buat nyusurin jalan desa yang Google Maps aja kadang nyerah.
Menurut penjelasan resmi, motor ini dipakai buat:
- Mobilitas petugas SPPG
- Distribusi dan pengawasan program MBG
- Menjangkau daerah yang susah diakses
Secara logika sih masuk. Soalnya kalau bawa mobil ke jalan rusak atau gang sempit, ya repot juga.
Motor ini juga pakai tenaga listrik, alias nggak pakai bensin. Jadi selain buat kerja, sekalian ikut tren ramah lingkungan.
Tapi ya itu, netizen tetap nanya:
“Kalau listriknya habis di tengah jalan desa, ngecasnya di mana?”
Pertanyaan sederhana, tapi lumayan nusuk.
Yang paling bikin ramai tentu saja harganya. Sekitar Rp49–56 jutaan per unit.
Buat ukuran motor operasional, angka ini langsung bikin orang mikir dua kali.
Ada yang bilang:
- “Kalau buat kerja sih oke”
- Ada juga yang nyeletuk: “Ini motor dinas apa motor impian?”
Motor listrik MBG ini sebenarnya bukan proyek asal-asalan. Dari spek, memang dirancang buat kerja lapangan:
- Tenaga besar
- Bisa masuk medan berat
- Ramah lingkungan
Tapi di sisi lain, harga dan jumlah pengadaannya bikin publik ikut mengawasi.
Ujung-ujungnya sederhana:
kalau benar dipakai buat bantu kerja dan sampai ke daerah yang butuh, orang bakal diam.
Tapi kalau cuma jadi pajangan?
ya siap-siap aja jadi bahan omongan satu Indonesia.
(Anton)



















































